Sorot Indonesia – Keberadaan Nuri Agus Wibowo, mantan kiper Timnas U-23 Indonesia, yang dilaporkan hilang selama sepekan akhirnya terungkap. Kiper timnas U-23 Indonesia alami depresi sebelum hilang tak pulang ke rumah [titlebase], dan ditemukan di Bantul, Yogyakarta setelah pencarian yang dilakukan oleh keluarganya.
Nuri Agus, yang juga pernah membela klub Persiku Kudus dan Persis Solo, meninggalkan rumahnya di Karanganyar, Jawa Tengah pada Senin, 8 Juni 2026. Ia pergi tanpa membawa ponsel dan hanya membawa uang tunai sebesar Rp10 juta. Keluarga Nuri mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami depresi akibat cedera serius yang dialaminya setelah terlibat kecelakaan lalu lintas. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan menepi dari aktivitas sepak bola.
Kakak Nuri, Barep Wahyudi, menjelaskan bahwa adiknya terlihat terekam kamera CCTV saat meninggalkan rumah. Dalam rekaman tersebut, Nuri mengenakan hoodie hitam dan celana pendek abu-abu. Ia memesan ojek online menuju kawasan Stasiun Purwosari, Solo. Sejak saat itu, keluarga tidak mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keberadaannya hingga berita mengenai hilangnya Nuri viral di media sosial.
Keluarga mulai melakukan pencarian setelah tidak menerima kabar dari Nuri selama beberapa hari. Barep mengungkapkan bahwa mereka sempat mendengar informasi bahwa Nuri berada di Magelang, dan akhirnya mendapatkan titik terang tentang keberadaannya di Bantul. Menurut Barep, Nuri ditemukan dalam kondisi yang cukup baik, setelah sempat berinteraksi dengan seorang teman.
Isu yang beredar di masyarakat terkait hilangnya Nuri, termasuk spekulasi mengenai utang pinjaman online, langsung dibantah oleh keluarganya. Barep menegaskan bahwa Nuri tidak ada sangkutan dengan masalah hukum, melainkan sedang berjuang menghadapi tekanan mental akibat cedera yang dialaminya. “Dia mungkin depresi karena cedera yang diderita,” ujar Barep.
Proses pemulihan Nuri dari cedera tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang, dan tekanan mental yang dialaminya menjadi salah satu faktor yang membuatnya merasa tertekan. Keluarga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih peka terhadap kesehatan mental, terutama bagi atlet yang sering menghadapi tekanan.
Keberhasilan menemukan Nuri menjadi kabar gembira bagi keluarganya setelah melalui proses pencarian yang melelahkan. Kini, mereka berharap Nuri bisa segera mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk pemulihan mental dan fisiknya agar bisa kembali beraktivitas di lapangan hijau.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
