Sorot Indonesia – Tim nasional Norwegia berada di pusat perhatian menjelang laga krusial UEFA Nations League melawan Wales di Cardiff City Stadium. Sorotan bukan hanya tertuju pada peluang tim asuhan Stale Solbakken untuk bangkit, tetapi juga pada kondisi mental bintang utama mereka, Erling Haaland, yang tengah menghadapi badai di level klub. Manchester City, klub yang dibelanya, baru saja dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan pelanggaran aturan keuangan oleh Premier League. Meski demikian, kabar dari dalam kamp Norwegia menegaskan bahwa sang striker sama sekali tidak terpengaruh.
Bek Brentford sekaligus pilar pertahanan Norwegia, Kristoffer Ajer, memberikan kesaksian langsung mengenai sikap Haaland. Menurut Ajer, penyerang berusia 26 tahun itu tetap membawa energi positif dan kegembiraan yang sama seperti biasanya. “Dia benar-benar sama seperti biasanya saat bersama tim nasional. Dia sangat fokus pada pertandingan-pertandingan yang akan datang,” ujar Ajer kepada media di Cardiff. “Tidak, sama sekali tidak terpengaruh. Sejak pertama kali saya bertemu dengannya, dia membawa banyak energi. Pujian terbesar saya adalah dia tidak berubah sedikit pun meskipun sekarang dia adalah bintang terbesar di planet ini.”
Haaland memang tidak berada di Manchester City selama periode sembilan musim yang sedang diselidiki. Ia baru bergabung pada 2022. Namun, sebagai aset paling mudah dipasarkan, namanya tak terhindarkan terseret dalam pusaran narasi. Di tengah situasi itu, fokus Haaland tetap pada tugas internasional. Ia baru saja mencetak gol dalam kekalahan 2-1 dari Portugal di Oslo, serta memborong dua gol saat Norwegia mengalahkan Denmark 3-2. Totalnya, ia telah mengoleksi 65 gol hanya dalam 57 penampilan bersama timnas.
Kekalahan dari Portugal sendiri menyisakan cerita menarik. Pelatih Portugal, Jorge Jesus, menyebut kemenangan atas Norwegia sebagai hal luar biasa. “Sejauh yang saya pahami, Norwegia adalah lima tim teratas di Eropa. Mereka memiliki penyerang yang bisa mencetak gol setiap saat,” kata Jesus. Portugal menang 2-1 berkat gol Joao Felix dan Goncalo Ramos, sementara Haaland sempat menyamakan kedudukan. Kemenangan itu membawa Portugal ke puncak klasemen Grup D Liga 1 dengan enam poin, unggul tiga poin atas Norwegia di posisi kedua.
Laga tersebut juga diwarnai keputusan kontroversial Jesus yang tidak memainkan Cristiano Ronaldo sejak awal. Ini menjadi kali pertama sejak 2008 Ronaldo hanya duduk di bangku cadangan untuk laga timnas Portugal. Ronaldo dilaporkan kecewa dan langsung menuju ruang ganti tanpa ikut merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya. Jesus pun berjanji akan berbicara langsung dengan sang kapten. “Saya mengandalkannya. Sebelum pertandingan saya bilang kepadanya bahwa saya tidak akan memainkannya sebagai starter, tetapi akan memasukkannya di tengah pertandingan,” jelas Jesus.
Di sisi lain, sepak bola Norwegia tengah menghadapi dinamika besar di level domestik. Klub Lillestrom secara mengejutkan mendukung gagasan penghapusan VAR (Video Assistant Referee). Menurut pernyataan yang beredar, dewan klub dan seluruh elemen Lillestrom sepakat bahwa teknologi tersebut telah mengubah cara pertandingan dijalankan. Mereka bahkan menjalin komunikasi dengan sejumlah klub papan atas lainnya untuk membahas langkah konkret yang bisa mengarah pada penghapusan VAR. Jika terwujud, Norwegia berpeluang menjadi negara pertama yang menolak teknologi tersebut secara resmi.
Kembali ke Cardiff, Norwegia saat ini berada di posisi kedua Grup 4 League A dengan tiga poin, sejajar dengan Denmark dan tertinggal dari Portugal. Wales yang belum meraih poin akan menjadi lawan yang tak boleh diremehkan. Laga ini menjadi ujian mental bagi Haaland dan rekan-rekannya. Namun, dengan ketenangan yang ditunjukkan sang striker, publik Norwegia berharap badai di Manchester tidak akan menggoyahkan performa di lapangan.
Mentalitas tak tergoyahkan Haaland akan sangat krusial saat Norwegia berusaha menghidupkan kembali kampanye mereka. Kemenangan atas Wales akan menjadi modal berharga sebelum menghadapi laga-laga berat berikutnya. Sementara itu, isu penghapusan VAR di Norwegia bisa menjadi preseden global yang menarik untuk dicermati. Semua mata kini tertuju pada Cardiff, di mana Haaland dan kawan-kawan siap membuktikan bahwa mereka tetap fokus pada sepak bola, bukan pada hiruk-pikuk di luar lapangan.
Dengan segala dinamika yang ada, Norwegia menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim yang bergantung pada satu pemain. Dukungan dari rekan setim, seperti yang disampaikan Ajer, menjadi bukti soliditas skuad. Terlepas dari hasil akhir, perjalanan Norwegia di Nations League dan perdebatan VAR di dalam negeri akan menjadi cerita panjang yang layak diikuti. Satu hal yang pasti, Erling Haaland tetap menjadi pusat perhatian, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
