Sorot Indonesia – Jakarta, KOMPAS.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan peringatan tegas kepada seluruh petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait keselamatan pangan. Ia menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya sekadar memasak, tetapi juga menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. “Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, mundur saja,” ujar Sudaryono dalam keterangan resminya.
Peringatan ini muncul setelah Sudaryono memutuskan untuk menutup sekitar 1.300 SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu hanya tiga minggu menjabat. Ia menjelaskan, penutupan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua SPPG memenuhi standar kesehatan dan gizi, demi keselamatan anak-anak dan penerima manfaat lainnya.
“Saya sudah menutup sekitar 800 SPPG, dan baru-baru ini menutup 500 SPPG lainnya. Jika tidak bisa diperbaiki, SPPG tersebut akan ditutup permanen,” tambahnya. Sudaryono menegaskan bahwa keputusan ini tidak melihat siapa pemilik SPPG, tetapi berdasarkan apakah SPPG tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.
Dalam konteks ini, Sudaryono juga mengungkapkan adanya dugaan kelalaian yang menyebabkan insiden keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara. “Kami menemukan sekitar 200-300 ekor ikan tidak dimasukkan ke dalam freezer dan dibiarkan di suhu ruangan selama 12 jam. Ini adalah kelalaian serius yang dapat membahayakan nyawa seseorang,” katanya.
Ia menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas di SPPG dan mengingatkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan bahan baku bisa berakibat fatal. Sudaryono mengancam untuk memecat kepala SPPG yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya, dan akan menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum jika diperlukan.
Saat menjenguk siswa yang menjadi korban keracunan di RS Haji Medan, Sudaryono menyatakan bahwa kondisi siswa mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan memastikan tidak ada insiden serupa terjadi di masa mendatang.
“Saya merasa sedih dan marah melihat kondisi korban. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kami akan mengambil langkah serius untuk memastikan keselamatan pangan dalam program MBG,” tegasnya.
Dengan langkah tegas ini, Sudaryono berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan di SPPG dan menjaga kesehatan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program gizi ini. Keselamatan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar, dan BGN berkomitmen untuk menjalankan program dengan sebaik-baiknya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
