Sorot Indonesia – Konflik pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah semakin memanas. Di tengah proses gugatan hak asuh anak yang saat ini bergulir di pengadilan, Ruben Onsu mengungkapkan pengakuan mengejutkan. Ia mengaku sengaja menghentikan pembayaran cicilan rumah yang saat ini ditinggali oleh mantan istrinya dan anak-anak mereka. Keputusan ini bukan tanpa alasan, Ruben merasa semakin sulit untuk bertemu dengan anak-anaknya, yang membuat harga dirinya sebagai seorang ayah terluka.
Dalam tayangan di kanal YouTube Nanda Persada, Ruben menyatakan, “Iya benar, gue tidak membayar lagi,” menegaskan langkahnya untuk tidak melanjutkan cicilan rumah tersebut. Ia berharap tindakan ini bisa menjadi bahan renungan bagi Sarwendah, mengingat kontribusinya yang besar untuk keluarga, bahkan setelah mereka berpisah. “Kalau sekarang lu baru makan tempe, lu lupakan makan daging dan ayam dulunya. Kenapa ya kok gue nggak pernah begitu, tiba-tiba gue begitu,” ujar Ruben.
Di sisi lain, konflik keduanya kini telah memasuki jalur hukum, di mana Ruben menggugat hak asuh anak yang kini berada di bawah pengasuhan Sarwendah. Dalam kesempatan lain, Ruben juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin ada konflik berkepanjangan dan siap untuk mendukung anak-anak agar bisa bersama Sarwendah, asalkan hubungan mereka dapat berjalan secara sportif. “Kalau lu (Sarwendah) sportif ke gue, lu asyik ke gue. Maka, nanti gue yang akan meminta anak-anak gue untuk bisa ikut bersama mereka,” jelasnya.
Ruben menegaskan bahwa perpisahan mereka dilakukan demi menjaga kondisi mental anak-anak di masa depan, bukan untuk memperpanjang pertikaian. Ia juga merasa kecewa karena merasa tidak diperlakukan adil dalam urusan anak. Ia mengungkapkan, “Gue itu cuma anak, itu saja. Urusan anak ya berarti urusan gue juga.” Rasa kecewa ini semakin dalam ketika ia mengaku pernah mendapat sindiran dari Sarwendah di depan anak-anak mereka.
Dalam konteks ini, Ruben Onsu juga menyinggung masalah finansial, di mana ia masih diminta untuk ikut bayar tagihan kartu kredit. Hal ini semakin memperkeruh situasi, mengingat ia merasa sudah berkontribusi banyak meskipun hubungan mereka telah berakhir. Ia berharap Sarwendah bisa lebih memahami keadaan dan menghargai semua yang telah dilakukan untuk keluarga mereka.
Dengan situasi yang semakin kompleks, banyak yang menantikan langkah selanjutnya dari kedua pihak. Apakah mereka akan mampu menemukan titik temu demi kepentingan anak-anak mereka, ataukah konflik ini akan terus berlanjut tanpa ada penyelesaian yang jelas? Waktu akan menjawab semua pertanyaan ini, sementara itu, harapan tetap ada agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik demi masa depan buah hati.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
