Sorot Indonesia – Dalam perjalanan hidup, peran seorang ibu sering kali dihadapkan pada tantangan yang tidak terduga. Erika Carlina, seorang artis peran, berbagi kisahnya sebagai ibu tunggal yang penuh dengan berbagai emosi. Sejak kelahiran putranya, Andrew Raxy Neil atau yang akrab disapa Endru, Erika mengungkapkan bahwa menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang tidak hanya manis, tetapi juga pahit dan asam. “Rasanya pahit, manis, asem, ada semuanya. Yang di posisi aku pasti nggak cuma aku aja, pasti di luar sana banyak yang ada di posisi aku,” ungkap Erika saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur.
Erika mengisahkan perjalanan emosionalnya sebagai single mom, di mana ia memilih untuk melihat sisi positif dari perannya. Meskipun ada banyak tantangan, kebahagiaan yang diberikan sang putra jauh mengalahkan kesedihan yang pernah dirasakannya. “Susah-susah gampanglah, tapi kalau yang bisa aku kasih tahu, menjadi seorang ibu itu satu hal yang membahagiakan,” tambahnya.
Pada momen spesial ulang tahun pertama Endru, Erika memilih untuk merayakan di panti asuhan. Dalam perayaan yang diadakan pada 1 Agustus 2026, Erika menegaskan bahwa fokus perayaan adalah untuk berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung, bukan sekadar menggelar pesta meriah. “Persiapannya nggak ada karena kan kita ngerayainnya di panti. Momen tersebut dirancang sederhana dan difokuskan pada kegiatan di panti,” jelasnya.
Keputusan Erika untuk tidak menggelar pesta besar-besaran menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat kemanusiaan yang patut dicontoh. Di saat yang sama, ia juga merasakan kebahagiaan saat melihat perkembangan Endru yang berhasil melangkah sendiri dua hari sebelum ulang tahunnya. “Iya, dua hari sebelum ulang tahun, hadiah dari Tuhan dia udah bisa jalan. Nanti aku suruh nyuci, ngejemur,” candanya.
Di sisi lain, kisah yang menyentuh hati lainnya datang dari seorang ibu di Kudus, Jawa Tengah, yang mengalami peristiwa tragis saat anaknya menjadi korban tindakan kriminal. Ibu tersebut tak kuasa menahan tangis dan amarah ketika mengetahui putrinya direkam oleh seorang pria saat buang air besar di toilet masjid. Kejadian ini menimbulkan rasa prihatin yang mendalam, dan menjadikan masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan terhadap anak.
Di tengah berbagai peristiwa yang dialami para ibu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nannie Hadi Tjahjanto, juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga marwah organisasi dan memberikan dukungan kepada sesama. “Yang kita perjuangkan bukan kepentingan pribadi dan bukan kepentingan kelompok tertentu. Yang kita perjuangkan adalah kehormatan Kowani, amanah Kongres XXVI, konstitusi organisasi, serta masa depan rumah besar organisasi perempuan Indonesia,” ujarnya.
Melalui berbagai kisah inspiratif ini, kita diingatkan bahwa peran ibu sangatlah berharga dan tidak boleh dianggap remeh. Pesan ‘jangan buang ibu’ menjadi sangat relevan, mengingat setiap ibu memiliki cerita dan perjuangan masing-masing yang patut dihargai. Perjuangan mereka, baik dalam menghadapi tantangan sebagai ibu tunggal maupun dalam berkontribusi terhadap masyarakat, menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa.
Semoga kisah-kisah ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih menghargai peran ibu dan mendukung mereka dalam setiap langkah perjalanan hidup.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
