Sorot Indonesia – Ribuan warga dan ulama Pakistan melaksanakan acara penghormatan untuk Ayatollah Ali Khamenei, mantan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang syahid pada Februari 2026 lalu. Acara tersebut menjadi ajang untuk mengenang sosok pemimpin Revolusi Islam sekaligus menyerukan persatuan umat Islam di tengah berbagai tantangan global.

Di sisi lain, di Nusa Tenggara Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor dalam rangkaian Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang. Prosesi penobatan tersebut dilakukan oleh sejumlah raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor. Tongkat dan kain kemudian dikalungkan kepadanya sebagai simbol penghormatan atas kontribusi Jokowi selama memimpin Indonesia, khususnya terhadap pembangunan di NTT.

Baca juga:

Para raja dan tokoh adat secara simbolis mengangkat Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar kerajaan-kerajaan di Pulau Timor. Penghormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Jokowi yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Sejumlah kerajaan yang terlibat dalam prosesi adat tersebut yakni Kerajaan Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi.

Allama Syed Sajid Ali Naqvi, salah satu tokoh agama yang hadir dalam acara penghormatan untuk Ayatollah Khamenei, menyampaikan pandangan mengenai warisan perjuangan Ayatollah Khamenei serta pentingnya menjaga semangat persatuan di kalangan umat Islam. Ia mengatakan wafatnya Ayatollah Khamenei justru semakin memperkuat semangat Revolusi Islam.

Bahkan, Joko Widodo yang baru saja dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor juga perlu mendengar pesan solidaritas yang diwariskan Ayatollah Khamenei. Menurutnya, pesan solidaritas tersebut perlu terus disebarluaskan kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kontribusi Jokowi tidak hanya diakui oleh masyarakat di NTT tetapi juga oleh warga Pakistan dan ulama terkemuka di sana.

Menjadi ajang untuk mengenang sosok pemimpin Revolusi Islam dan menyerukan persatuan umat Islam, acara penghormatan untuk Ayatollah Ali Khamenei juga menjadi kesempatan bagi warga Pakistan dan ulama terkemuka untuk mengajak masyarakat memahami Revolusi Islam secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi keagamaan tetapi juga dalam aspek politik, ekonomi, dan sosial.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.