Sorot Indonesia – Revisi program latsarmil, calon manajer Kopdes Merah Putih tak akan menjadi komcad [titlebase] menjadi perhatian utama dalam pelatihan manajerial yang digelar oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 29.830 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memulai pelatihan manajerial di Pusat Pendidikan Artileri Medan, Cimahi, Jawa Barat, yang berlangsung dari 17 hingga 31 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan tahap kedua setelah para calon manajer sebelumnya menjalani latihan dasar militer (latsarmil) dan pendidikan bela negara. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mempersiapkan mereka sebagai garda terdepan dalam mengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga:

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, serta kemampuan soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan.

Selama pelatihan, peserta akan mengikuti kurikulum yang mencakup 12 modul dan 10 unit kompetensi yang terakreditasi BNSP. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai penegasan standar profesionalisme. Ini penting agar para manajer memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme dalam mengelola koperasi.

Kepala Pusat Pelatihan KP, Joni Haryadi, menekankan bahwa keberhasilan program Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada kualitas pengelolanya. “Fasilitas yang baik tidak akan berarti tanpa SDM yang mampu mengelolanya. Pelatihan ini menjadi bentuk keseriusan KKP menyiapkan pengelola yang profesional,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, peserta juga akan dibekali dengan materi penguatan soft skills, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial mereka dengan pengurus, pemerintah desa, dan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membantu keberhasilan operasional KDKMP yang merupakan gerakan negara.

Setelah pelatihan ini, pengelola KNMP akan menjadi agen perubahan yang dapat menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kelembagaan masyarakat. “Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa,” tukas Ferry.

Melalui revisi program latsarmil, calon manajer Kopdes Merah Putih tak akan menjadi komcad [titlebase] dan diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mengelola koperasi di daerah mereka masing-masing. Dengan pelatihan yang komprehensif ini, diharapkan para calon manajer akan siap untuk menghadapi tantangan dalam pengelolaan koperasi dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.