Sorot Indonesia – Melihat arah IHSG pasca perdamaian AS-Iran, investor asing kabur besar-besaran menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak mendatar, seiring pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan global. IHSG dibuka menguat 11,30 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.010,34.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,71 poin atau 0,12 persen ke posisi 587,04. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji kembali resistance terdekat di 5.993-6.052 dan berpeluang menuju area 6.117-6.226.
Namun, masih rentan koreksi apabila gagal menembus resistance, dengan risiko penurunan menuju level 5.720, serta support lanjutan di 5.784 dan 5.677. Dari mancanegara, pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter The Fed setelah bank sentral mengadopsi sikap yang lebih hawkish di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh.
Meski inflasi masih tinggi, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli 2026, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait inflasi dan pasar tenaga kerja. Melihat arah IHSG pasca perdamaian AS-Iran, investor asing kabur besar-besaran merupakan fenomena yang menarik perhatian.
Sentimen geopolitik kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan terjadi serangan terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz dekat Oman. Dua pejabat senior Amerika Serikat (AS) menyebut kapal tersebut diserang oleh Garda Revolusi Iran. Insiden itu berpotensi mengganggu stabilitas jalur pelayaran energi global, dan menjadi kemunduran bagi proses perdamaian sementara antara AS dan Iran yang sebelumnya telah membantu menurunkan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.
Melihat arah IHSG pasca perdamaian AS-Iran, investor asing kabur besar-besaran juga dipengaruhi oleh indeks harga inti Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Mei yang naik menjadi 0,3 persen (mtm) dan 3,4 persen (yoy), sesuai ekspektasi pasar namun masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.
Investor masih fokus terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI) di tengah dinamika suku bunga yang lebih tinggi. Laporan keuangan Micron berhasil meredakan kekhawatiran bahwa belanja modal besar-besaran di sektor AI tidak akan menghasilkan imbal hasil yang memadai. Melihat arah IHSG pasca perdamaian AS-Iran, investor asing kabur besar-besaran merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Kesimpulan dari fenomena Melihat arah IHSG pasca perdamaian AS-Iran, investor asing kabur besar-besaran adalah bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk bergerak mendatar dan bahkan mengalami kenaikan, namun tetap rentan terhadap koreksi dan penurunan. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan mencermati berbagai faktor yang mempengaruhi IHSG, termasuk kebijakan moneter, inflasi, dan sentimen geopolitik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
