Sorot Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan penambahan 37 saham baru yang masuk ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC), sehingga total emiten yang tergolong dalam kategori ini kini mencapai 54. Kategori HSC ini menunjukkan bahwa saham-saham tersebut memiliki tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi di tangan beberapa pihak tertentu.

Dalam pengumuman terbaru yang dirilis pada 5 Agustus 2026, BEI menambahkan tiga emiten baru ke dalam daftar HSC, yaitu PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP). Saham AGAR tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan hingga 99,32%, sementara ALKA memiliki 98,21% dan BKDP sebesar 95,45% per 31 Juli 2026.

Baca juga:

Pihak BEI menjelaskan bahwa penetapan kategori HSC ini bukan berarti terdapat pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa pengumuman ini tidak mencerminkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh emiten yang bersangkutan.

Lebih lanjut, BEI juga menerapkan metodologi baru dalam penetapan kategori HSC. Salah satu kriteria yang ditambahkan adalah price impact ratio untuk saham-saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Metode ini bertujuan untuk menyaring saham-saham yang memiliki dampak harga tinggi dan mengidentifikasi potensi saham yang masuk dalam kategori HSC. Jeffrey, seorang pejabat di BEI, menyatakan bahwa evaluasi ini akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan relevan.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai daftar saham yang masuk dalam kategori HSC, berikut adalah daftar lengkapnya:

  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  • PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  • PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  • PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  • PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  • PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  • PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  • PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  • PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  • PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  • PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  • PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  • PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  • PT Siantar Top Tbk (STTP)
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  • PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  • PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  • PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  • PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  • PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  • PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  • PT Golden Flower Tbk (POLU)
  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  • PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  • PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

Dengan penambahan ini, BEI tetapkan 37 saham baru masuk kategori HSC, ini daftarnya. Investor diharapkan dapat lebih memahami dinamika kepemilikan saham di pasar modal Indonesia, serta melakukan langkah-langkah strategis dalam berinvestasi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.