Sorot Indonesia – Pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal sempat diisukan mandek, namun fakta menunjukkan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Hingga pertengahan tahun 2026, progres pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai sekitar 50 persen.

Baca juga:

Ketua Panitia Pembangunan RSNU Kendal, Sugiono, menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi terus berlangsung dengan sistem pembagian tugas yang terencana. Saat ini, pekerjaan yang sedang dilakukan mencakup pemasangan lantai, rangka atap, dan jendela, serta berbagai pekerjaan teknis lainnya yang dilaksanakan secara bertahap oleh tim yang berbeda.

“Pekerjaan dilakukan secara terpisah agar lebih cepat dan terkontrol. Mulai Rabu (24/6/2026) mendatang, kami akan memprioritaskan kembali pekerjaan sesuai rencana yang telah disusun,” ujar Sugiono saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa pembangunan RSNU Kendal tidak mengalami hambatan berarti. Sistem pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak sesuai bidang masing-masing guna mempercepat penyelesaian pekerjaan. Target panitia adalah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen pada akhir tahun 2026, dan pada tahap tersebut juga akan dimulai proses uji operasional rumah sakit.

Baca juga:

Fokus utama pembangunan saat ini tidak hanya pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga menyiapkan fasilitas agar rumah sakit dapat segera memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Yang terpenting adalah bangunan bisa segera beroperasi. Penyempurnaan fisik bisa dilakukan secara bertahap setelahnya,” tambahnya.

Terkait kebutuhan anggaran, pembangunan RSNU Kendal diperkirakan membutuhkan dana antara Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar. Meskipun demikian, panitia menyebutkan bahwa pembangunan tahap prioritas dapat terus berjalan dengan dukungan pendanaan yang tersedia.

RSNU Kendal sebelumnya telah menerima hibah sebesar Rp 8 miliar dari Pemerintah Kabupaten Kendal pada masa kepemimpinan Bupati Dico M. Ganinduto. Saat ini, pembangunan rumah sakit ini kembali memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp 20 miliar dari Pemerintah Kabupaten Kendal.

Baca juga:

Dengan dukungan anggaran tersebut, panitia berharap percepatan pembangunan RSNU Kendal dapat terus berjalan sehingga rumah sakit tersebut segera dapat difungsikan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kendal.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.