Sorot IndonesiaSaham SpaceX ambruk bayangi prospek IPO emiten AI di Wall Street, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Hal ini terjadi setelah pendapatan SpaceX melambung 92% menjadi US$ 7,8 miliar, namun pengeluaran perseroan naik lebih dari 550% menjadi US$ 18,3 miliar. Saham SpaceX turun hampir 9% dalam perdagangan di luar jam bursa.

Elon Musk, CEO SpaceX, menyatakan bahwa orang-orang meremehkan SpaceX. Ia menyoroti Starlink, satu-satunya bagian perusahaan yang saat ini mencetak laba, dengan perolehan US$ 1,6 miliar pada kuartal kedua. Musk memperkirakan bisnis tersebut akan tumbuh secara eksponensial pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga:

Saham SpaceX ambruk bayangi prospek IPO emiten AI di Wall Street, karena bisnis inti yang merupakan bisnis roket perseroan masih rugi. Namun, Musk optimis bahwa Starlink akan menjalankan sebagian besar layanan internet dunia. Ia juga membahas perkiraan pertumbuhan pesat pada lini bisnis baru SpaceX yang menyediakan daya komputasi, yang dibutuhkan untuk proyek kecerdasan buatan (AI) kepada perusahaan lain.

Saham SpaceX ambruk bayangi prospek IPO emiten AI di Wall Street, tetapi Musk yakin bahwa perusahaan akan tumbuh secara eksponensial. Ia menargetkan kapasitas daya komputasi sebesar 10 gigawatt melalui pengembangan pusat data yang sedang berlangsung. Saham SpaceX ambruk bayangi prospek IPO emiten AI di Wall Street, namun Musk optimis bahwa perusahaan akan menjadi pemimpin di industri kecerdasan buatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saham SpaceX ambruk bayangi prospek IPO emiten AI di Wall Street, karena perusahaan terus mengembangkan teknologi canggih. Namun, dengan pendapatan yang terus meningkat dan pengeluaran yang terkendali, SpaceX diyakini akan menjadi salah satu perusahaan terkemuka di industri kecerdasan buatan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.