Sorot Indonesia – Antusiasme warga Jakarta terhadap kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai terus menggeliat. Sejak diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (16/9/2026), warga berbondong-bondong menjajal moda transportasi massal ini. Tidak sedikit dari mereka yang berharap agar rute LRT Kelapa Gading-Manggarai diperpanjang sampai Dukuh Atas guna memperlancar mobilitas sehari-hari. Harapan itu disampaikan langsung oleh sejumlah penumpang yang ditemui di Stasiun Velodrome dan Manggarai. Mereka menilai perpanjangan rute hingga Dukuh Atas akan sangat membantu karena terhubung dengan MRT Jakarta dan TransJakarta.

PT LRT Jakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama periode sosialisasi tarif Rp8. Selama delapan hari, dari 16 hingga 23 September 2026, LRT Jakarta telah melayani hingga 91 ribu penumpang, dengan rata-rata penumpang harian mencapai 11.300 orang. Direktur Utama PT LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap kehadiran LRT Jakarta. “Sejak diresmikan Rabu (16/9) hingga Rabu (23/9), LRT Jakarta telah melayani hingga 91 ribu penumpang dengan rerata penumpang harian sebesar 11.300 orang,” kata Aditia di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Baca juga:

Meski tarif promo telah berakhir, animo warga untuk menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai tidak serta-merta surut. Sejak Kamis (24/9/2026), tarif normal Rp5.000 per perjalanan resmi diberlakukan. VP Corporate Secretary Jakpro, Muhamad Alfin Rinaldyansyah, memastikan bahwa berakhirnya tarif promo tidak mengubah pola operasi maupun jadwal layanan. “Untuk saat ini belum ada perubahan pada pola operasi, jam layanan, maupun frekuensi perjalanan setelah masa sosialisasi tarif Rp8 berakhir,” ujar Alfin. Saat ini, LRT Jakarta masih dioperasikan dengan dua rangkaian kereta dan jarak keberangkatan sekitar 15 menit.

Bagi warga yang ingin menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai, berikut jadwal keberangkatan terbaru yang perlu diperhatikan:

  • Manggarai-Velodrome: perjalanan pertama pukul 05.30 WIB, terakhir pukul 19.30 WIB.
  • Kelapa Gading-Velodrome: perjalanan pertama pukul 05.20 WIB, terakhir pukul 22.10 WIB.
  • Velodrome-Manggarai: perjalanan pertama pukul 05.44 WIB, terakhir pukul 19.44 WIB.
  • Velodrome-Kelapa Gading: perjalanan pertama pukul 05.55 WIB, terakhir pukul 22.40 WIB.

Warga yang menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perpanjangan rute hingga Dukuh Atas. Menurut mereka, konektivitas dengan Dukuh Atas akan membuka akses ke kawasan bisnis Sudirman-Thamrin serta terintegrasi dengan MRT dan TransJakarta. “Kalau sampai Dukuh Atas, saya tidak perlu turun di Manggarai lalu naik TransJakarta lagi. Lebih hemat waktu,” ujar Rina, seorang pekerja kantoran di kawasan Sudirman. Harapan serupa juga disampaikan oleh pengguna LRT lainnya, Budi, yang mengaku sudah mencoba rute ini sejak hari pertama. “Semoga cepat diperpanjang sampai Dukuh Atas. Selama ini saya naik motor, kalau LRT sampai Dukuh Atas saya pasti beralih,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyatakan bahwa kajian perpanjangan rute masih terus dilakukan. Namun, belum ada kepastian kapan proyek tersebut akan dimulai. Yang jelas, kehadiran LRT Kelapa Gading-Manggarai telah menjadi angin segar bagi warga yang mendambakan transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu. Dengan tarif Rp5.000 per perjalanan, LRT Jakarta menawarkan alternatif yang terjangkau dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Selain itu, integrasi dengan moda transportasi lain menjadi kunci utama. Jika perpanjangan hingga Dukuh Atas terwujud, maka LRT Jakarta akan terhubung dengan MRT Jakarta di Stasiun Dukuh Atas, serta TransJakarta dan KRL Commuter Line. Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan. PT LRT Jakarta sendiri menyatakan siap mengoperasikan lebih banyak rangkaian kereta jika terjadi peningkatan permintaan. “Apabila terdapat perubahan atau penguatan layanan, akan kami informasikan melalui kanal resmi LRT Jakarta,” pungkas Alfin.

Warga yang menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai berharap agar pemerintah tidak berhenti pada rute yang ada saat ini. Mereka ingin agar LRT Jakarta terus diperluas hingga ke Dukuh Atas dan kawasan strategis lainnya. Dengan begitu, mobilitas warga Jakarta dapat semakin mudah, macet dapat berkurang, dan polusi udara pun ikut menurun. Dukungan masyarakat terhadap transportasi massal ini menjadi modal penting bagi pembangunan transportasi berkelanjutan di ibu kota.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan konsistensi layanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan bagi penumpang. Jika semua itu terpenuhi, bukan tidak mungkin LRT Jakarta akan menjadi primadona baru bagi warga Jakarta. Harapan warga untuk perpanjangan hingga Dukuh Atas bukan sekadar impian, melainkan kebutuhan yang mendesak demi terwujudnya sistem transportasi terintegrasi di Jakarta.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.