Sorot Indonesia – Yahukimo, Papua Pegunungan – Sebuah insiden kekerasan kembali mengguncang wilayah Papua, di mana 3 warga sipil tewas dibunuh OPM di Yahukimo Papua, TNI buru pelaku [titlebase]. Peristiwa tragis ini terjadi di Distrik Seradala pada 20 Juli 2026, di mana sepasang suami istri, Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan Pam Wendakwe, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan bahwa evakuasi jenazah para korban dilaksanakan di tengah cuaca ekstrem dan medan yang sulit dijangkau. “Kami menemukan jejak darah yang mengarahkan kami ke lokasi para korban. Namun, saat proses penyisiran berlangsung, kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM yang sudah menunggu,” ujarnya.
Tim evakuasi yang terdiri dari prajurit TNI harus menghadapi kontak tembak saat berusaha mengevakuasi dua jenazah ke RSUD Dekai. Meskipun situasi tersebut berpotensi membahayakan, seluruh personel berhasil menyelesaikan misi tanpa korban dari pihak TNI. Namun, satu korban perempuan masih dalam pencarian, menambah kesedihan yang meliputi peristiwa ini.
Insiden ini telah menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion. Ia menegaskan bahwa penembakan terhadap warga sipil adalah tindakan tidak manusiawi dan merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. “Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan ini,” ujarnya dalam keterangan pers.
Mafirion juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Ia menyoroti bahwa penyelesaian konflik di Papua memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk dialog konstruktif dan pemerataan pembangunan agar penderitaan masyarakat tidak berlanjut.
Sejak insiden ini terjadi, aparat keamanan telah meningkatkan upaya pencarian terhadap pelaku dan memperkuat pengamanan di daerah rawan konflik. Situasi di Yahukimo terus dipantau, mengingat adanya potensi ancaman dari kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah tersebut.
Seiring dengan berlanjutnya pencarian dan evakuasi, masyarakat setempat berharap agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi warga sipil dari ancaman kekerasan. Insiden 3 warga sipil tewas dibunuh OPM di Yahukimo Papua, TNI buru pelaku [titlebase] ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia di wilayah konflik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
