Sorot Indonesia – Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa 92 persen warga Israel nilai Iran menang perang melawan Amerika Serikat dan Israel, menandakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Survei yang dilakukan oleh Universitas Ibrani Yerusalem dan Agam Institute ini melibatkan 3.644 responden dan dilakukan antara 17 hingga 20 Juni 2026.
Survei ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat Israel terhadap hasil dari konflik yang berlangsung. Sebanyak 82,9 persen responden meyakini bahwa operasi militer yang diluncurkan Israel justru telah melemahkan keamanan jangka panjang negara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa ancaman dari Iran belum sepenuhnya diatasi.
Netanyahu, yang sebelumnya menyatakan bahwa tujuan operasi militer adalah untuk melemahkan program nuklir Iran dan mengurangi pengaruhnya di kawasan Timur Tengah, kini menghadapi penilaian negatif dari publik. Hasil survei mengungkapkan bahwa 72,5 persen responden tidak percaya pada klaim Netanyahu bahwa Israel telah mencapai kemajuan signifikan dalam perang tersebut.
Selain itu, 56,4 persen responden menilai kinerja Netanyahu dalam menangani konflik ini sebagai gagal atau buruk. Hanya 26,5 persen yang memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinannya. Ini adalah penurunan drastis dari 40,5 persen dukungan yang diterima pada bulan Maret lalu, yang kini merosot menjadi 29,4 persen.
Persepsi publik yang sangat negatif ini juga tercermin dalam pandangan mereka terhadap kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Sebanyak 86 persen responden mengungkapkan pandangan negatif terhadap hasil konflik, sementara 87,8 persen percaya bahwa Israel gagal mencapai target yang ditetapkan dalam operasi militer tersebut.
Selanjutnya, meskipun banyak yang pesimistis terhadap hasil perang dengan Iran, hampir separuh warga Israel masih mendukung rencana operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketidakpuasan terhadap Netanyahu, masyarakat masih mendukung tindakan yang lebih agresif terhadap ancaman eksternal.
Survei ini menandakan bahwa ketidakpuasan publik terhadap Netanyahu dan pemerintahannya semakin menguat, dan menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang mendalam di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Dengan 92 persen warga Israel yang menilai Iran sebagai pemenang dalam konflik ini, situasi ini dapat memengaruhi kebijakan luar negeri Israel ke depan dan strategi pertahanan negara tersebut.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
