Sorot Indonesia – Populer: Penipuan berkedok nonton drama China semakin marak. Beberapa warga di Tanah Papua diminta waspada terhadap modus penipuan keuangan digital yang kian licik. Pelaku kejahatan siber ini biasanya menggunakan pola penawaran investasi bodong hingga lowongan pekerjaan palsu dengan janji keuntungan selangit dalam waktu singkat. Kepala OJK Papua, Fatwa Aulia, menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, apalagi jika mengharuskan penyetoran dana di awal tanpa kejelasan legalitas hukum. “Segera laporkan apabila menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal maupun menjadi korban penipuan transaksi keuangan,” tegas Fatwa Aulia.

Berdasarkan data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), tercatat ada sebanyak 1.030 laporan penipuan yang terjadi di wilayah Papua sepanjang November 2024 hingga Mei 2026. Dari ribuan laporan tersebut, terdapat sejumlah modus operandi yang paling banyak memakan korban di masyarakat, antara lain:

Baca juga:
  • Penipuan investasi bodong
  • Lowongan pekerjaan palsu
  • Penipuan terstruktur berkedok investasi teranyar

Sebagai langkah nyata perlindungan konsumen, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kini resmi menghentikan total kegiatan usaha bernama YUDIA. Aplikasi YUDIA diduga kuat telah menjalankan skema penipuan terstruktur berkedok investasi teranyar.

Untuk menghindari penipuan, masyarakat diwaktu Papua diminta untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital. “Jangan mudah tergiur oleh penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar,” tegas Fatwa Aulia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.