Sorot Indonesia – Umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak ibadah puasa sunah selama bulan Muharam. Dari sekian banyak hari utama, puasa Tasua dan Asyura menjadi dua momen yang paling istimewa.

Baca juga:

Kedua puasa tersebut memiliki pahala yang sangat besar jika dikerjakan. Puasa di bulan mulia ini juga menjadi kesempatan baik mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki diri.

Sebagai bagian dari rukun ibadah, pelaksanaan kedua puasa sunah ini tentu saja memerlukan niat tulus. Niat yang mantap di dalam hati menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang akan dijalani.

Secara fikih, niat ini berfungsi sebagai penegas maksud ibadah sekaligus penentu jenis puasa yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim memahami esensi dan cara melafalkan niatnya dengan benar.

Menariknya, para ulama memberikan kelonggaran terkait waktu pelafalan niat untuk puasa sunah di bulan Muharam ini. Kemudahan tersebut menjadi kesempatan emas bagi umat Islam agar tidak melewatkan keutamaan luar biasa di dalamnya.

Berdasarkan penjelasan para ulama, bulan Muharam adalah waktu terbaik untuk berpuasa setelah bulan suci Ramadan. Meski boleh berpuasa kapan saja selama bulan Muharam, ada beberapa tanggal khusus yang paling utama dan sangat dianjurkan oleh para ulama, yaitu:

Hari Tasua pada 9 Muharam: Rabu, 24 Juni 2026

Hari Asyura pada 10 Muharam: Kamis, 25 Juni 2026

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai niatnya, yuk simak terlebih dahulu apa itu puasa Tasua dan Asyura berikut ini:

Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura?

Mengutip laman NU Online Jawa Barat, puasa Tasua adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari kesembilan di bulan Muharam. Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini secara khusus sebagai pembeda agar tata cara ibadah umat Islam tidak menyerupai kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Sementara itu, puasa Asyura merupakan puasa sunah yang dikerjakan pada hari kesepuluh di bulan Muharam. Puasa ini bermula dari wujud rasa syukur Nabi Musa AS setelah diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun, yang kemudian dilanjutkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam.

Lafal Niat Puasa Tasua dan Asyura

Menariknya, para ulama memberikan kelonggaran terkait waktu pelafalan niat untuk puasa sunah di bulan Muharam ini. Kemudahan tersebut menjadi kesempatan emas bagi umat Islam agar tidak melewatkan keutamaan luar biasa di dalamnya.

Bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ragam bacaan lafal niat yang bisa digunakan:

1. Niat Puasa Tasua

Baca juga:

Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 9 Muharam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah SWT.”

2. Niat Puasa Asyura

Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 10 Muharam

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

3. Niat Puasa di Siang Hari

Niat ini dilafalkan jika terlupa membaca niat di malam hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a awil asyura lillahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Tata Cara Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura

Baca juga:

Cara mengerjakan puasa Muharam sama saja dengan puasa pada umumnya, berikut langkah-langkahnya:

1. Membaca niat

Niat puasa sunah bisa dibaca sejak malam hari atau pada siang hari sebelum masuk waktu zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Niat cukup dibaca di dalam hati, namun disunahkan juga untuk diucapkan.

2. Makan sahur

Sangat dianjurkan untuk makan sahur sebelum berpuasa. Waktu terbaik untuk sahur adalah menjelang masuk waktu subuh atau sebelum imsak.

3. Menahan diri selama berpuasa

Mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.

4. Menjaga ucapan dan sikap

Agar pahala puasa tidak hilang, kita harus menjaga diri dari perbuatan dosa, seperti berkata kasar, berbohong, atau membicarakan keburukan orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ

“Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus saja.” (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah).

5. Menyegerakan berbuka puasa

Begitu mendengar azan magrib atau waktu berbuka telah tiba, segeralah membatalkan puasa.

Nah, itulah informasi soal niat puasa Tasua dan Asyura beserta jadwal dan tata cara puasanya. Semoga informasi ini bermanfaat yaa.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.