Sorot Indonesia – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengeluarkan pernyataan tegas yang menekankan pentingnya posisi Turki dalam arsitektur pertahanan Eropa. Dalam konteks ini, Erdogan minta Turki tak lagi disisihkan di pertahanan Eropa [titlebase], terutama setelah penandatanganan Makkah Joint Defence Agreement di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dalam menghadapi tantangan keamanan regional.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan bahwa perjanjian ini memiliki mekanisme yang setara dengan Pasal 5 NATO, yang menegaskan bahwa serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Fidan menjelaskan bahwa kesepakatan ini tidak ditujukan kepada negara mana pun, termasuk Iran, selama negara tersebut tidak melakukan agresi terhadap pihak-pihak penandatangan.

Baca juga:

“Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan negara-negara kawasan dalam menjaga keamanan tanpa bergantung pada kekuatan eksternal. Hegemoni dari luar hanya akan menambah kerumitan dan biaya,” tegas Fidan dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency.

Pakta Makkah, sebagaimana disebutkan Fidan, bertujuan untuk menciptakan pencegahan kolektif terhadap segala bentuk agresi. Ia menambahkan bahwa beberapa negara seperti Mesir menunjukkan minat untuk bergabung dalam kesepakatan ini di masa depan. “Kami berharap inisiatif ini dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak negara,” ujarnya.

Bentuk dukungan yang dapat diberikan dalam mekanisme pertahanan ini mencakup pertukaran intelijen, bantuan logistik, pasokan amunisi, hingga pengerahan pasukan militer jika diperlukan. Fidan menegaskan bahwa tidak ada ancaman spesifik yang dicantumkan dalam kesepakatan ini, dan bahwa fokus utamanya adalah untuk mencegah konflik serta memastikan stabilitas kawasan.

Dengan pernyataan ini, Erdogan minta Turki tak lagi disisihkan di pertahanan Eropa [titlebase] dan menunjukkan komitmen Turki untuk menjadi bagian integral dalam sistem keamanan regional. Kesepakatan ini diharapkan dapat menandai era baru dalam kerjasama pertahanan di kawasan Timur Tengah, di mana negara-negara Muslim dapat berkolaborasi untuk menjaga keamanan bersama.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama terkait dengan Iran, kebangkitan kekuatan pertahanan kolektif di antara negara-negara Muslim dapat menjadi langkah strategis yang penting. Dengan demikian, Erdogan minta Turki tak lagi disisihkan di pertahanan Eropa [titlebase] menjadi lebih relevan dalam konteks upaya menjaga stabilitas dan keamanan regional.

Dalam kesempatan yang sama, Fidan juga menegaskan pentingnya kerja sama industri pertahanan sebagai prioritas utama dalam pakta ini, yang mencakup latihan bersama dan pemanfaatan teknologi masing-masing negara. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan pertahanan militer, tetapi juga mendukung integrasi ekonomi yang lebih erat di kawasan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.