Sorot Indonesia – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman untuk melakukan serangan terhadap kelompok Houthi jika mereka menutup Selat Bab el-Mandeb. Selat ini merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi perdagangan internasional, terutama untuk pengiriman minyak.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi, yang berkuasa di Yaman, telah menghadapi tuduhan mengenai rencana untuk mengenakan tarif pada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. Namun, mereka dengan tegas membantah rumor tersebut. Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan Houthi (HOCC) menegaskan bahwa tidak ada keputusan untuk memungut biaya dan semua pelayaran di selat tersebut tetap bebas biaya.

Baca juga:

“HOCC mengonfirmasi secara tegas bahwa setiap individu atau entitas yang meminta pembayaran untuk perlintasan Selat Bab el-Mandeb tidak mewakili Republik Yaman atau HOCC dalam kapasitas apa pun,” bunyi pernyataan resmi mereka. Houthi juga meminta perusahaan pelayaran internasional untuk tidak terpedaya oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Selat Bab el-Mandeb adalah jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudera Hindia, dan menyuplai sekitar 12 persen perdagangan minyak global. Meskipun Houthi telah menerapkan blokade terhadap kapal kargo dari Arab Saudi, mereka menjamin bahwa pelayaran internasional di luar daftar larangan tetap aman.

Di sisi lain, Arab Saudi tidak tinggal diam. Mereka telah membentuk aliansi pertahanan maritim dengan 14 negara lainnya sebagai respons terhadap ancaman Houthi. Aliansi ini bertujuan untuk mengamankan Selat Bab el-Mandeb dan memastikan kelancaran jalur perdagangan internasional. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menegaskan bahwa koalisi ini bersifat defensif, berfokus pada pertukaran intelijen dan koordinasi keamanan.

Situasi semakin rumit dengan adanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mempengaruhi stabilitas di kawasan. Trump ancam serang Houthi jika tutup Selat Bab el-Mandeb, memperlihatkan betapa seriusnya ancaman terhadap jalur perdagangan vital ini. Serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker Arab Saudi oleh Houthi hanya menambah ketegangan yang ada.

Dalam konteks ini, beberapa analis menyarankan agar diplomasi perlu diperkuat untuk mencegah situasi semakin memburuk. China, sebagai kekuatan besar di kawasan, juga telah dilaporkan melakukan komunikasi dengan Houthi untuk memastikan bahwa kepentingan mereka tidak terganggu oleh konflik yang sedang berlangsung.

Dengan situasi yang terus berkembang, dunia internasional akan terus memantau situasi di Selat Bab el-Mandeb. Trump ancam serang Houthi jika tutup Selat Bab el-Mandeb, dan respons dari Houthi serta tindakan dari negara-negara di kawasan akan sangat menentukan arah perkembangan situasi ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.