Sorot Indonesia – Jakarta bakal super sibuk hari ini, ribuan buruh datang bawa 11 tuntutan, ada upah hingga pesangon [titlebase]. Massa buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mulai memadati kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak pagi. Mereka datang dari dua arah, yakni kolong jembatan Ladokgi dari arah Semanggi dan dari arah TVRI, Senayan. Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan buruh sedang merapikan barisan untuk menggelar aksi unjuk rasa. Meski demikian, Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR masih dapat dilewati kendaraan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan 4.998 personel gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal DPR-MPR RI. “Pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pola komunikatif, pendekatan humanis, dan koordinasi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan,” ujar Budi. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Baca juga:

Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi besar yang digelar pada 24 September 2026 lalu, di mana sekitar 50 ribu buruh dari berbagai daerah turun ke jalan. Saat itu, massa bergerak dari Simpang Semanggi menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum KASBI, Sunarno, menyatakan bahwa aksi akan berlanjut pada 29 September di Gedung DPR, serta 5-7 Oktober 2026, untuk mengawal pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang diperkirakan terjadi awal Oktober.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa aksi ini murni aspirasi kaum buruh dan tidak bertujuan menggoyang pemerintahan. “Kami tegaskan tidak benar. Tidak ada niatan gerakan buruh ini untuk menggoyang-goyang, menjatuhkan pemerintahan yang sah,” ujarnya. Ia juga membantah informasi yang menyebut titik kumpul di Bundaran HI. “Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB,” tambahnya.

Jakarta bakal super sibuk hari ini, ribuan buruh datang bawa 11 tuntutan, ada upah hingga pesangon [titlebase]. Adapun 11 tuntutan tersebut mencakup berbagai aspek perlindungan ketenagakerjaan, antara lain:

  1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh.
  2. Jaminan kepastian kerja.
  3. Penghentian eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak.
  4. Pencegahan penyalahgunaan pemagangan.
  5. Jaminan upah yang layak dan bermartabat.
  6. Penghapusan sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
  7. Perlindungan pekerja rentan, termasuk pekerja platform.
  8. Pencegahan PHK sepihak.
  9. Kebebasan berserikat.
  10. Perlindungan buruh perempuan, termasuk cuti haid.
  11. Peningkatan keterampilan menghadapi otomatisasi.

Selain aksi massa, delegasi pimpinan buruh juga menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Bina Graha untuk menyerahkan petisi dan aspirasi agar diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, menyampaikan bahwa koalisi terdiri dari 18 konfederasi serikat pekerja dan 147 federasi. “Hari ini berkesempatan untuk menyampaikan petisi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Bapak Kepala KSP,” ujarnya.

Andi Gani menambahkan bahwa aksi ini tidak berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. “Seperti ayah kami, ini kirim surat anak ke ayahnya. Jadi tidak ada petisi yang menyeramkan, mengancam, tidak ada,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa aksi dilakukan sebagai pilihan terakhir setelah jalur diplomasi berjalan sekitar empat bulan.

Jakarta bakal super sibuk hari ini, ribuan buruh datang bawa 11 tuntutan, ada upah hingga pesangon [titlebase]. Dampak dari aksi ini diperkirakan akan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan pusat Jakarta, seperti Sudirman-Thamrin, Monas, DPR/MPR RI, Semanggi, UOB, dan Senayan. Polda Metro Jaya telah menyiapkan 1.550 personel lalu lintas untuk melakukan rekayasa arus sesuai kondisi lapangan. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kemacetan dan mencari rute alternatif.

Dengan adanya aksi ini, masyarakat Jakarta diharapkan tetap tenang dan menghindari kawasan yang menjadi pusat demonstrasi. Aksi buruh ini menjadi momentum penting dalam perjuangan hak-hak pekerja Indonesia, terutama terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang sedang dibahas. Pemerintah dan DPR diharapkan dapat menampung aspirasi buruh demi terciptanya hubungan industrial yang adil dan sejahtera.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.