Sorot Indonesia – Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Pakistan serang Afghanistan, 25 militan tewas, Taliban sebut puluhan warga sipil jadi korban. Serangan udara yang dilancarkan oleh militer Pakistan pada Jumat (27/2/2026) mengklaim berhasil menewaskan 25 militan, sementara pemerintah Taliban menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan banyak warga sipil menjadi korban.
Konflik ini dipicu oleh sengketa di Garis Durand, perbatasan sepanjang 2.640 km yang diakui sebagai batas internasional oleh Pakistan sejak era kolonial Inggris, tetapi tidak pernah diakui oleh Afghanistan. Ketegangan ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dan serangan terbaru ini tampaknya menjadi titik balik dalam hubungan kedua negara.
Militer Pakistan mengklaim bahwa mereka telah mencegat empat drone yang diluncurkan dari wilayah Afghanistan. Dalam pernyataan mereka, militer Pakistan menuduh pasukan Taliban sengaja meluncurkan drone sebagai bentuk provokasi. Mereka memperingatkan bahwa jika provokasi terus berlanjut, maka Taliban akan menghadapi konsekuensi yang serius.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan, termasuk Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Taliban mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan anggota kelompok ISIS (ISIL) yang beroperasi di wilayah Pakistan.
Serangan udara ini merupakan tindak lanjut dari tindakan militer yang dilakukan oleh kedua belah pihak, menciptakan kekhawatiran akan meluasnya konflik lintas batas. Banyak pengamat internasional mengkhawatirkan bahwa ketegangan yang terus meningkat ini dapat memicu krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dalam beberapa pernyataan, Taliban menegaskan bahwa puluhan warga sipil telah menjadi korban akibat serangan yang dilakukan oleh Pakistan. Mereka menyerukan perhatian dunia internasional untuk mengakhiri tindakan agresi ini dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah. Pengamat menyarankan perlunya dialog antara kedua negara untuk menurunkan ketegangan dan mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami dampak jangka panjang dari konflik ini terhadap stabilitas regional. Jika ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan terus berlanjut, hal ini tidak hanya akan berdampak pada kedua negara, tetapi juga dapat mempengaruhi negara-negara tetangga dan seluruh kawasan Asia Selatan.
Dengan situasi yang semakin memburuk, harapan untuk solusi damai tampaknya semakin tipis. Semua pihak diharapkan untuk mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan dan mencegah krisis yang lebih besar di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
