Sorot Indonesia – Dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat Jawa dihadapkan pada pemadaman listrik bergilir yang memicu berbagai reaksi. Kata Bahlil dan Dirut PLN soal listrik di Jawa padam bergilir [titlebase] menjadi sorotan utama di kalangan publik, terutama setelah adanya pengumuman dari PT PLN (Persero) yang menyatakan bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh gangguan teknis dan peningkatan konsumsi listrik yang signifikan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam beberapa kesempatan, menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk memperbaiki tata kelola energi, termasuk penyediaan batu bara yang menjadi bahan bakar utama bagi pembangkit listrik. Bahlil memperkenalkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060 yang menargetkan 73,6% dari kebutuhan listrik di masa depan akan berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT), sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa inovasi teknologi dalam distribusi listrik juga menjadi fokus utama PLN. Dalam acara Surabaya Electric Forum 2026, PLN UID Jatim memperkenalkan dua teknologi baru yaitu ASTROLT dan IMUN RTU. Kedua inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan listrik dan mempercepat penanganan gangguan, yang diharapkan dapat mengurangi frekuensi pemadaman listrik bergilir di masa depan.
“Inovasi ini tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga berupaya untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan keandalan jaringan, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi petugas di lapangan,” ungkap Eric. Teknologi ASTROLT, misalnya, merupakan sistem terintegrasi yang menggabungkan berbagai perangkat dalam satu platform, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional PLN.
Namun, tantangan tetap ada. Politisi Golkar, Ade Ginanjar Anggora, mengingatkan agar isu ini tidak dipolitisasi. “Setiap persoalan harus disikapi secara objektif berdasarkan fakta dan data. Jangan sampai isu strategis seperti ketahanan energi justru dipolitisasi sehingga mengaburkan substansi persoalan yang sebenarnya,” ujarnya. Hal ini menyoroti pentingnya dukungan semua pihak untuk memperkuat tata kelola sektor energi dan memastikan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat.
Dalam perspektif kebijakan, revisi RUKN yang dikeluarkan Bahlil juga menekankan pentingnya transisi energi yang berkelanjutan. Dengan proyeksi produksi tenaga listrik yang akan didominasi oleh energi baru dan terbarukan, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan sistem penyediaan tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan. RUKN ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
Dengan berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah dan PLN, diharapkan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Jawa dapat diminimalisasi. Kata Bahlil dan Dirut PLN soal listrik di Jawa padam bergilir [titlebase] menjadi panggilan untuk semua stakeholder agar bersinergi, demi meningkatkan keandalan pasokan listrik dan menjaga kestabilan sektor energi nasional.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
