Sorot Indonesia – Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bengkak jadi 27,8 ribu, Zulhas: Terjadi jual-beli titik. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam konferensi pers di Jakarta, Zulhas menjelaskan bahwa jumlah SPPG yang seharusnya hanya 21 ribu titik, telah meningkat drastis menjadi 27.877 titik.
“Misalnya terjadi jual-beli titik, yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” ucap Zulhas. Kenaikan jumlah SPPG ini menyebabkan pemborosan anggaran yang cukup signifikan. Zulhas memperkirakan bahwa pemborosan anggaran MBG mencapai Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun.
Di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), Zulhas melanjutkan, jumlah SPPG juga mengalami lonjakan yang cukup mencolok. Dari target awal 3 ribu titik, kini jumlahnya melampaui 8.600 titik. Meskipun pembangunan SPPG di wilayah tersebut baru selesai hingga 1.700 titik, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk 6.138 titik.
“Dan 6.138 itu sudah ada SK-nya dari BGN. Karena sudah ada SK, maka investor ini taruh di bank. Padahal ini dari 2 ribu menjadi 8.617, bengkak 6.138, yang sudah selesai 1.700, mestinya tinggal 300 kan,” tambah Zulhas.
Zulhas menjelaskan bahwa laporan mengenai pembengkakan jumlah SPPG dan praktik jual-beli titik ini diperolehnya dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang. Zulhas menekankan bahwa untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana melakukan penataan ulang program Makan Bergizi Gratis dalam waktu satu bulan ke depan.
Pembengkakan jumlah SPPG ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah, mengingat dampak dari pemborosan anggaran yang begitu besar. Dalam konteks ini, Zulhas mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Dengan adanya praktik jual-beli titik yang tidak etis, Zulhas berharap langkah-langkah perbaikan segera dapat diterapkan untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang. Diharapkan, dengan penataan ulang yang akan dilakukan, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga tujuan utamanya untuk meningkatkan gizi masyarakat dapat tercapai.
Dengan situasi yang semakin mendesak ini, diharapkan semua pihak dapat berkolaborasi untuk memperbaiki dan menyempurnakan program ini agar dana yang dikeluarkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
