Sorot Indonesia – DENPASAR, – Menelisik Visi Kebudayaan dan Taring Kesenian Tabanan di PKB 2026, Kabupaten Tabanan menunjukkan komitmennya untuk memperkuat akar budaya di tengah gempuran modernisasi dan transformasi digital. Bupati dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa seni budaya Bali bukan sekadar komoditas tontonan semata, melainkan merupakan urat nadi pembangunan daerah yang mengikat harkat, martabat, dan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Tabanan ambil bagian dengan totalitas yang mengesankan. Sekitar 2.000 seniman lokal dilibatkan untuk mengawal 15 materi kesenian yang akan dipersembahkan. Tabanan tidak hanya akan menampilkan kesenian Gong Kebyar Tiga Generasi atau tradisi mistis Ngelawang, tetapi juga akan merekonstruksi warisan klasik yang hampir punah, seperti Tari Teater Pangkung yang merupakan karya maestro tari legendaris I Ketut Maria.

Baca juga:

Pesan digital yang disampaikan oleh Sanjaya pada Senin (15/6/2026) menegaskan komitmen Tabanan dalam mendukung kolaborasi antara seniman dan masyarakat. “Seni tradisi adalah benteng pertahanan karakter daerah. Namun, ia harus membawa dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat di bawahnya,” kata Sanjaya dalam berbagai kesempatan.

Baca juga:

Prinsip “kebudayaan yang menghidupkan ekonomi” menjadi landasan bagi program kerja berbasis kewilayahan, seperti “Satu Kecamatan, Satu Festival Budaya”. Melalui kebijakan ini, agenda seperti FESTA di Kecamatan Tabanan, Marga Fest, dan Tanah Lot Art & Food Festival diharapkan menjadi panggung integrasi antara seniman muda, yang dikenal dengan sebutan Sabha Yowana, dan pelaku UMKM lokal.

Baca juga: