Sorot Indonesia – Mayat diduga korban perampokan Konter Royal Phone Ambarawa ditemukan di Grobogan pada Kamis (6/8/2026) menghebohkan warga sekitar. Candra Waskito (25), pemilik konter ponsel Royal Phone di Ambarawa, ditemukan tewas di dalam mobilnya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Penemuan ini menjadi titik terang dalam kasus pembunuhan yang melibatkan dua teman dekat korban sebagai pelaku.

Kepolisian Polres Semarang menetapkan Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25) sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut informasi yang diperoleh, kedua pelaku melakukan aksi keji ini dengan berpura-pura ingin membeli ponsel. Saat korban lengah, mereka memukulnya menggunakan palu, yang mengakibatkan kematiannya. Setelah itu, mereka membuang jasad Candra dengan menggunakan mobil korban.

Baca juga:

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda dendam atau masalah utang yang menjadi motif pembunuhan ini. Namun, dalam penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa DPP, salah satu pelaku, memiliki utang yang cukup besar kepada beberapa orang, yang diyakini menjadi faktor pendorong untuk melakukan kejahatan tersebut.

Warga Desa Wirogomo, tempat tinggal Candra, mengenal almarhum sebagai sosok yang dermawan dan baik hati. Candra dikenal rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kegiatan amal dan bersedekah kepada yang membutuhkan. Rencana pernikahannya dengan kekasihnya yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027 kini terguncang dengan tragedi ini.

Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap seorang wanita bernama V yang sempat viral di media sosial. V yang merupakan kekasih salah satu tersangka, diperiksa untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatannya dalam kasus ini. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa V tidak memiliki hubungan dengan korban dan tidak terlibat dalam aksi pembunuhan.

Pihak kepolisian kini tengah melengkapi berkas untuk proses hukum lebih lanjut. Dengan ancaman hukuman mati yang mengintai kedua tersangka, kasus ini menarik perhatian publik dan memberikan dampak mendalam bagi masyarakat sekitar yang kehilangan sosok Candra. Mayat diduga korban perampokan Konter Royal Phone Ambarawa ditemukan di Grobogan bukan hanya menandakan kejahatan, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga keselamatan dan kewaspadaan di lingkungan sekitar. Kegiatan sosial yang biasa dilakukan Candra akan sangat dirindukan oleh masyarakat yang telah merasakan kebaikannya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.