Sorot Indonesia – Dalam insiden mengejutkan yang melibatkan Boeing 737, seorang penumpang terluka parah setelah kepalanya terhisap melalui jendela yang pecah saat pesawat Ryanair lepas landas dari Thessaloniki, Yunani. Kejadian ini terjadi pada tanggal 10 Juli 2026 dan melibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat akibat serpihan yang diduga berasal dari sayap kipas mesin, yang juga terbukti memiliki sisa-sisa burung di dalamnya.
Menurut laporan awal dari Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) AS, sebuah bilah kipas di mesin kanan Boeing 737-800 tersebut terlepas, menyebabkan serpihan menghantam jendela dan merusak fuselage di beberapa tempat. Penumpang berusia 61 tahun tersebut mengalami cedera pada leher dan bahu serta luka bakar akibat gesekan. Para awak kabin melaporkan bahwa mereka mendengar suara keras dan merasakan getaran hebat sebelum masker oksigen jatuh dari langit-langit. Penumpang lain dengan cepat membantu menariknya kembali ke dalam kabin sebelum pesawat melakukan pendaratan darurat.
Insiden ini menyoroti masalah keselamatan yang lebih besar di sekitar Boeing 737, terutama terkait dengan potensi serangan siber. Penelitian terbaru dari Universitas California San Diego menunjukkan bahwa akses fisik singkat ke pesawat dapat memberikan peluang bagi penyerang untuk mengendalikan data yang bergerak antara komputer penerbangan kritis. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa informasi terkait jalur penerbangan dapat dimanipulasi, bahkan dalam waktu kurang dari satu menit, melalui perangkat yang terhubung ke antarmuka pemeliharaan pesawat.
Para peneliti mengungkapkan bahwa dengan menjangkau ruang elektronik di bawah hidung pesawat, seorang penyerang dapat mengubah data penerbangan yang penting untuk perhitungan lepas landas. Temuan ini menantang anggapan bahwa keamanan siber dalam penerbangan terutama berkaitan dengan ancaman berbasis jaringan.
Di sisi lain, Boeing juga menghadapi tuntutan hukum yang signifikan setelah seorang penumpang bernama Michael Ryan tewas dalam kecelakaan Boeing 737 Max Ethiopian Airlines pada tahun 2019. Sebuah juri di AS memutuskan bahwa Boeing harus membayar $29 juta kepada keluarga korban, menyoroti tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan penumpang.
Dalam beberapa minggu terakhir, insiden keselamatan lainnya juga terjadi di Sydney Airport, di mana pesawat Boeing 737 harus membatalkan lepas landas karena keberadaan pesawat lain di landasan. Kementerian Transportasi Australia kini sedang menyelidiki serangkaian insiden yang mengguncang kepercayaan publik terhadap keselamatan di bandara terbesar di negara tersebut.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap keamanan penerbangan, termasuk potensi masalah mekanis dan ancaman siber, penting bagi otoritas penerbangan untuk mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan keselamatan penumpang di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
