Sorot Indonesia – Ketua DPR RI Puan Maharani mengekspresikan duka mendalam atas insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura pada 2 Agustus 2026. Tragedi ini menewaskan lima orang penumpang dan mengundang perhatian luas mengenai faktor keamanan transportasi laut di Indonesia yang dinilai masih minim.
Puan Maharani dalam pernyataannya mengatakan, “Dukacita mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan KM Mutiara Sentosa II. Insiden ini harus menjadi pengingat bahwa keamanan transportasi laut di Indonesia masih jauh dari harapan.” Puan menyoroti bahwa banyaknya kecelakaan kapal laut sejak awal tahun menunjukkan adanya masalah serius dalam sektor ini.
Beliau juga mengingatkan insiden tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Juli lalu, yang menambah daftar panjang kecelakaan laut di Indonesia. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Banyaknya kecelakaan menunjukkan perlunya evaluasi mendalam mengenai keselamatan kapal,” ujar Puan.
Dalam insiden KM Mutiara Sentosa II, kepanikan melanda penumpang ketika kebakaran terjadi. Banyak dari mereka yang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap penumpang yang hilang, sementara 233 penumpang berhasil dievakuasi. Namun, perbedaan data antara manifes kapal dan jumlah penumpang di lapangan menjadi kendala dalam proses pencarian korban.
Puan Maharani menegaskan pentingnya pemerintah untuk memprioritaskan keselamatan penumpang. “Masyarakat menggunakan kapal laut bukan karena pilihan, tetapi karena kebutuhan. Bagi banyak warga di wilayah kepulauan, transportasi laut adalah akses utama untuk layanan kesehatan, pendidikan, dan perdagangan,” jelasnya.
Beliau juga meminta pemerintah untuk menetapkan target nasional dalam menurunkan angka kecelakaan transportasi laut. “Keselamatan harus menjadi indikator utama dalam evaluasi penyelenggaraan transportasi laut nasional,” tegas Puan. Dia menambahkan bahwa insiden tragis ini harus menjadi momen refleksi bagi semua pihak agar meningkatkan sistem keselamatan dan keamanan transportasi laut.
Dalam konteks yang lebih luas, Puan menekankan bahwa setiap kecelakaan laut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi. “Kita harus memastikan bahwa setiap perjalanan laut dilaksanakan dengan standar keselamatan yang tinggi,” ungkapnya.
Dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Puan menekankan bahwa transportasi laut harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. “Keamanan transportasi laut adalah hak asasi manusia dan harus menjadi fokus utama,” katanya. Puan berharap agar pemerintah dan semua pemangku kepentingan dapat bekerja sama dalam meningkatkan keselamatan transportasi laut untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
