Sorot Indonesia – Lombok Barat, Indonesia – Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM) Sudirman kini terjerat dalam skandal korupsi yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Kasus ini mencuat setelah Sudirman ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati nonaktif Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Diduga, Direktur PT AMGM Sudirman pakai perusahaan miliknya jadi kantong penampung uang hasil korupsi [titlebase], yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan anggota DPRD.

Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, Munawir Haris, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PT AMGM. Ia menilai bahwa sejumlah pejabat di perusahaan air minum tersebut menduduki posisi strategis tidak berdasarkan kompetensi, melainkan hubungan dekat dengan Sudirman dan LAZ. “PT AMGM perlu dirombak total. Evaluasi oleh Wabup dan Wali Kota sebagai pemilik saham sangat mendesak,” ujar Munawir.

Baca juga:

Masalah yang lebih kompleks muncul dengan adanya proyek jaringan perpipaan yang dibiayai melalui penyertaan modal Rp 118 miliar dari Pemkab Lombok Barat. Munawir menegaskan bahwa proyek tersebut tidak berjalan optimal dan banyak mengalami kebocoran. “Ini menunjukkan kegagalan manajemen Sudirman. Selain itu, anggaran Rp 5 miliar untuk jaringan baru juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan,” tambahnya.

Dalam konteks ini, skandal korupsi yang melibatkan Sudirman dan LAZ semakin mendapatkan perhatian publik. KPK juga telah melakukan penggeledahan di rumah seorang kontraktor di Lombok Timur yang dianggap terkait dengan kasus ini. Penggeledahan tersebut dilakukan di tengah upaya penegakan hukum untuk membongkar jaringan korupsi yang lebih luas.

Setelah penetapan Sudirman sebagai tersangka, Aini Kurniati, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Umum dan Keuangan, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT AMGM. Penunjukan ini dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha. “Kami harus memastikan bahwa roda administrasi perusahaan tetap berjalan meskipun Sudirman sudah berstatus tersangka,” jelas Adha.

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di kalangan pegawai PT AMGM, yang khawatir akan dampak dari kasus ini terhadap gaji dan pelayanan kepada pelanggan. Aini Kurniati diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perusahaan yang kini tengah terpuruk dalam masalah kredibilitas.

Kasus yang melibatkan Direktur PT AMGM Sudirman pakai perusahaan miliknya jadi kantong penampung uang hasil korupsi [titlebase] telah membuka mata masyarakat akan urgensi penegakan hukum yang tegas terhadap praktik korupsi di daerah. Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.