Sorot Indonesia – Pope Leo XIV baru-baru ini mengeluarkan seruan kepada pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam hidup mereka, tetapi untuk terlibat aktif dalam misi gereja, terutama di Fortaleza, Brasil, di mana ia menyampaikan pesan inspiratif dalam acara Halleluya Festival. Dalam pesan video yang ditujukan kepada generasi muda, ia menekankan pentingnya energi misionaris dan semangat pemberontakan suci yang dibutuhkan gereja saat ini.
Dalam video yang dirilis pada 25 Juli 2026, Pope Leo XIV mengingatkan para pemuda bahwa Yesus tidak ingin mereka menjadi “young couch potatoes” atau sekadar menunggu sambil berpegang pada kenyamanan yang ada. Dia mengutip ungkapan yang disampaikan oleh Pope Francis pada World Youth Day 2016, menunjukkan bahwa generasi muda harus merasa terpanggil untuk menjadi misionaris di sekolah, universitas, dan lingkungan mereka.
“Gereja membutuhkan pemberontakan suci Anda, energi murni Anda, dan keinginan Anda untuk mengubah situasi penderitaan menjadi ruang harapan,” tegasnya. Dia menekankan pentingnya melayani dengan sukacita, terutama bagi mereka yang terlupakan, di mana wajah Yesus yang menderita dapat ditemukan.
Pope Leo XIV juga menyoroti contoh St. Carlo Acutis, seorang pemuda yang dikenal karena dedikasinya dalam mengedukasi orang lain tentang iman Katolik melalui teknologi. Dia mendorong para pemuda untuk tidak kehilangan semangat misionaris yang sangat penting untuk mengubah dunia yang sangat membutuhkan Injil.
Dalam konteks Fortaleza, acara Halleluya Festival yang diadakan di kota tersebut menjadi sorotan, membawa semangat kebangkitan iman di kalangan pemuda. Festival ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pemuda, tetapi juga wadah untuk berbagi pengalaman spiritual dan memperkuat komitmen mereka terhadap ajaran Yesus.
Pope Leo XIV mengingatkan bahwa antusiasme yang dirasakan dalam festival dapat memudar seiring waktu, namun cara untuk mempertahankan semangat tersebut adalah dengan tetap berada dalam hadirat Tuhan melalui doa dengan ketekunan dan keyakinan bahwa Bapa di surga tidak akan pernah meninggalkan mereka.
“Jangan takut pada Kristus! Dia tidak mengambil apa pun, dan Dia memberi Anda segalanya,” tambahnya, mengingatkan pemuda untuk tetap berpegang pada iman mereka meskipun tantangan dan kesulitan menghadang.
Festival di Fortaleza ini juga menegaskan kekuatan komunitas pemuda dalam menyebarkan pesan kasih dan harapan di seluruh dunia. Dengan suara mereka, para pemuda diharapkan dapat menjadi agen perubahan, membawa cahaya Kristus ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Acara ini diharapkan dapat berlanjut untuk menginspirasi lebih banyak pemuda di seluruh dunia agar berani mengambil langkah dalam misi yang lebih besar, tidak hanya di Fortaleza, tetapi juga di tempat-tempat lain yang membutuhkan suara dan tindakan mereka. Dengan semangat yang kuat, generasi muda diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan kasih dan harapan, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
