Sorot Indonesia – Bantah lindungi pangkalan AS, Yordania klaim tembak jatuh 8 rudal Iran demi kedaulatan negara. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana. Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari fase ke-24 Operasi Nasr 2, yang bertujuan untuk melindungi kedaulatan negara Yordania.

Menurut pernyataan IRGC, pasukan udara IRGC telah menyerang area di mana tentara Angkatan Darat AS ditempatkan di kawasan Rukban di Yordania dan menewaskan beberapa di antara mereka. Serangan ini dilakukan sebagai balasan terhadap serangan militer AS terhadap Iran pada 8 Juli lalu.

Baca juga:

Pada 8 Juli lalu, militer AS melancarkan serangan terhadap Iran, yang menyebabkan Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Teluk. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan Iran terhadap serangan AS.

Presiden AS Donald Trump telah menegaskan bahwa Iran akan menerima konsekuensi berkali-kali lipat untuk setiap tentara AS yang terbunuh. Trump juga telah menginstruksikan komando tinggi militer AS terkait hal tersebut.

AS dan Iran sudah menandatangani sebuah memorandum perdamaian pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu. Namun, militer AS kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran pada 8 Juli lalu.

Yordania telah klaim bahwa 8 rudal Iran telah jatuh di daerah mereka, dan mereka telah menewaskan beberapa tentara AS. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan Yordania terhadap serangan Iran.

Kesimpulan, serangan ini menunjukkan bahwa kedua negara tersebut masih memiliki perbedaan pendapat dan tujuan. Yordania ingin melindungi kedaulatan negara mereka, sementara Iran ingin melindungi kepentingan mereka sendiri.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.