Sorot Indonesia – Ruben Onsu akhirnya buka suara soal mediasi yang batal dengan Sarwendah, pilih fokus hadapi sidang. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta, Ruben mengungkapkan kekecewaannya atas pembatalan mediasi yang seharusnya menjadi langkah awal untuk menyelesaikan sengketa hak asuh anak dan masalah nafkah pasca perceraian dengan Sarwendah.
Konflik antara Ruben dan Sarwendah semakin mengemuka setelah Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhir Juni 2026. Gugatan tersebut, yang dilandasi oleh ketidakpuasan terhadap kesepakatan yang telah dibuat di hadapan notaris, menandai langkah serius dari Ruben untuk mendapatkan hak asuh anak-anak mereka.
Dalam pernyataannya, Ruben menegaskan bahwa dia merasa perlu untuk mengikuti proses hukum demi kepentingan anak-anak. “Kalau aku, semua sudah diserahkan ke Bang Minola. Mungkin pembicaraan itu lebih enaknya ke Bang Minola,” ujarnya, merujuk pada kuasa hukumnya, Minola Sebayang.
Lebih lanjut, Ruben mengekspresikan kekecewaannya terhadap Sarwendah yang membatalkan pertemuan mediasi pada 11 Juli 2026. Pertemuan tersebut seharusnya menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai masalah yang menyangkut nafkah dan hak asuh anak. Ruben mengakui bahwa dia sudah melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai, tetapi tidak mendapatkan tanggapan positif dari pihak Sarwendah.
Dalam konteks yang lebih luas, konflik ini juga mencakup hubungan keluarga antara Ruben dan adiknya, Jordi Onsu. Ruben mengingatkan Jordi untuk tidak melupakan masa-masa sulit yang mereka lalui bersama ketika masih kecil, mengingatkan bahwa mereka adalah anak yatim piatu yang harus berjuang untuk mencapai kesuksesan. “Kita harusnya napak bumi. Kita bukan siapa-siapa dulu,” ungkap Ruben dalam sebuah wawancara.
Sementara itu, kuasa hukum Ruben mengungkapkan bahwa kesepakatan yang dibuat dalam Akta Nomor 39 yang mengatur pembagian waktu bersama anak dan kewajiban nafkah, ternyata tidak dijalankan. Hal ini semakin memperburuk hubungan antara Ruben dan Sarwendah, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik.
Ruben Onsu juga sempat menyentuh isu tekanan yang dialaminya selama menjalani kehidupan rumah tangga dengan Sarwendah. Kuasa hukumnya mengungkapkan bahwa meski di depan publik, Ruben selalu berusaha mempertahankan citra keluarga harmonis, sebenarnya ia mengalami kelelahan dan tekanan yang berat. “Semuanya coba ingin di-framing menjadi sesuatu yang baik, tapi ternyata berimbas ke suatu hal yang melecehkan dan tidak menghargai di ruang tertutup,” ujar Minola.
Setelah mediasi yang batal, kini Ruben Onsu lebih memilih untuk fokus menghadapi sidang yang akan datang. Dia berharap proses hukum ini dapat memberikan kejelasan dan keadilan untuk anak-anak mereka. Ruben Onsu akhirnya buka suara soal mediasi yang batal dengan Sarwendah, pilih fokus hadapi sidang, menjadi penegasan dari komitmen Ruben untuk mengutamakan kepentingan anak di atas segalanya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
