Sorot Indonesia – Di tengah tren global yang berkembang, cina telah menjelma menjadi kekuatan dominan dalam industri produk halal. Meskipun mayoritas konsumen produk halal berasal dari negara-negara berpenduduk Muslim, seperti Indonesia dan Malaysia, kenyataannya adalah bahwa negara-negara non-Muslim seperti Cina, Brasil, dan Amerika Serikat saat ini menguasai pasar halal dunia.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengungkapkan dalam pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia bahwa Cina merupakan penghasil produk halal terbesar di dunia. “Sayangnya, negara penghasil produk halal nomor satu dunia saat ini masih Cina,” ungkap Haikal. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun negara-negara anggota Developing-8 (D-8) memiliki potensi besar, mereka masih tertinggal dalam rantai nilai global.
Tren ini semakin diperparah dengan fakta bahwa kebutuhan produk halal di pasar global diperkirakan akan terus meningkat. Menurut Sekretaris Jenderal D-8 Sohail Mahmood, belanja konsumen Muslim pada 2023 mencapai sekitar 2,4 triliun dolar AS, dan diperkirakan akan melampaui 3,3 triliun dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. “Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan yang kita hadapi bukan terletak pada besarnya pasar, melainkan pada kemampuan untuk menciptakan nilai tambah,” tegas Sohail.
Di sisi lain, saat dunia menghadapi tantangan baru, cina juga menjadi sorotan dalam konteks pertahanan. Uji coba rudal yang dilakukan Angkatan Laut Cina pada 6 Juli 2026 di Pasifik Selatan memicu kekhawatiran di antara negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut. Uji coba ini melibatkan peluncuran rudal dari kapal selam nuklir, yang dinilai mengganggu stabilitas keamanan regional.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan bahwa tindakan tersebut mengancam keamanan kawasan, sementara Jepang dan Selandia Baru juga mengungkapkan keprihatinan serupa. “Kami sangat prihatin dengan uji coba senjata yang mampu membawa hulu ledak nuklir yang dilakukan Cina di Pasifik Selatan,” ujar Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters.
Dalam perkembangan lain, dunia hiburan juga tak lepas dari pengaruh cina. Winwin, salah satu personel NCT yang berasal dari Cina, baru-baru ini mengumumkan hengkang dari SM Entertainment setelah lebih dari sepuluh tahun berkarir di industri musik. Dalam surat perpisahannya, Winwin mengenang perjalanan panjangnya dan mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukungnya selama ini.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, baik dalam industri halal maupun geopolitik, cina memainkan peran penting yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kerjasama antara negara-negara Muslim dan strategi baru dalam industri halal menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Dalam menghadapi tantangan yang ada, perlu adanya upaya kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi sumber daya dan menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
