Sorot Indonesia – Pada tahun 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut puasa Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Di Indonesia, momen ini tidak hanya menjadi ajang beribadah tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat tali persaudaraan melalui berbagai kegiatan sosial. Di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani menggelar doa bersama dan santunan anak yatim sebagai bentuk syukur dan harapan bagi masyarakatnya.
Acara yang berlangsung di Masjid Babussalam pada tanggal 25 Juni 2026 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah, serta berbagai kepala OPD. Kegiatan ini dimulai dengan tahlil yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, KH. Muhaimin Asmuni, dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga Banyuwangi. Bupati Ipuk menyatakan, “Semoga dengan tahlil dan doa yang kita panjatkan di hari Asyura ini, Allah akan memberikan pengampunan kepada kita semua.”
Puasa Asyura 2026 menjadi lebih spesial karena di tahun ini, ada perbedaan dalam penetapan tanggal pelaksanaannya. Menurut Kementerian Agama, puasa Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni, sementara versi Nahdlatul Ulama menetapkan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026. Hal ini menunjukkan kekayaan tradisi dalam menjalankan ibadah puasa, di mana setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam menetapkan tanggal.
Puasa Asyura tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan bentuk refleksi spiritual bagi umat Muslim. Dalam tradisi, puasa ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah menghapus dosa setahun yang lalu. Selain itu, puasa Asyura juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah dan zikir.
Setiap tahun, puasa Asyura diiringi dengan bacaan doa yang dianjurkan, yang bertujuan untuk memohon kebaikan dan keselamatan. Ada beberapa doa yang dapat dibaca pada hari Asyura, yang diyakini membawa keberkahan bagi yang mengamalkannya. Dalam tradisi, disunnahkan juga untuk melaksanakan puasa Tasua pada hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram.
Di Kota Medan, warga yang mengikuti NU melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 26 Juni 2026. Bagi mereka yang melaksanakan puasa, disarankan untuk membaca doa buka puasa saat maghrib tiba. Momen ini dimanfaatkan sebagai waktu berkumpul bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan, serta menebar kebaikan di tengah masyarakat.
Dengan pelaksanaan doa bersama, santunan anak yatim, dan puasa Asyura 2026, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bupati Ipuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil momentum bulan Muharram ini sebagai waktu untuk meningkatkan amal ibadah dan berbagi kepada sesama. “Mari kita perbanyak sedekah agar hidup semakin berkah,” ajaknya.
Secara keseluruhan, puasa Asyura 2026 menggambarkan kekuatan tradisi Islam dalam menyatukan umat melalui ibadah dan kegiatan sosial. Hal ini membuktikan bahwa di balik ritual keagamaan terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang sangat penting untuk diperhatikan dan dilestarikan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
