Sorot Indonesia – BANYUMAS – Setya Arinugroho tekankan pentingnya pemerataan pendidikan hingga lereng Gunung Jawa Tengah, menyoroti akses pendidikan yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut. Pendidikan yang baik merupakan fondasi bagi setiap individu untuk tumbuh, bertahan hidup, dan berkontribusi pada pembangunan peradaban yang lebih baik.

Baca juga:

Di Jawa Tengah, masih terdapat sejumlah masalah yang menghambat pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah-daerah yang terletak di lereng gunung, seperti Merbabu, Merapi, Sindoro, Slamet, dan Sumbing. Wilayah-wilayah ini sering kali mengalami kesulitan dalam hal infrastruktur dan aksesibilitas, yang mengakibatkan rendahnya tingkat pendidikan.

Setya Arinugroho, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa pentingnya pendidikan di daerah tersebut harus menjadi fokus utama. “Pemerataan pendidikan di lereng gunung di Jawa Tengah memang butuh perhatian khusus. Langkah-langkah yang diambil harus bertahap dan signifikan. Kita perlu mengubah cara pandang masyarakat tentang pendidikan sehingga mereka bisa melihat pendidikan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kesempatan,” jelas Ari saat memberikan keterangan di Cilacap pada Minggu, (20/06/2026).

Ari juga menekankan bahwa kebijakan yang efektif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah pemerataan pendidikan. Survei yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan, termasuk zonasi, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan insentif bagi pengajar.

“Akses pendidikan yang merata tidak hanya berarti membangun ruang kelas atau menyediakan pendidikan gratis. Namun, pemerataan juga harus sampai pada aspek ketersediaan pengajar yang memadai, adaptasi terhadap digitalisasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan,” tambah Ari.

Baca juga:

Dari segi infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah diharapkan dapat menggunakan hasil pemetaan untuk merencanakan pembangunan ruang kelas atau fasilitas pendidikan yang memadai. Perencanaan ini harus memperhatikan kebutuhan sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA untuk mencegah angka putus sekolah yang tinggi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan guru juga harus menjadi prioritas dengan tetap menjamin kesejahteraan mereka.

Dalam konteks anggaran pendidikan, mengingat sebagian besar masyarakat di lereng gunung berprofesi sebagai petani sayur atau buah, penerapan sistem pendidikan gratis atau subsidi biaya pendidikan dapat menjadi solusi yang efektif. Selain itu, sistem pendidikan yang diterapkan juga perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan tanpa mengabaikan kurikulum yang telah ditetapkan.

Setya Arinugroho tekankan pentingnya pemerataan pendidikan hingga lereng gunung Jawa Tengah juga mencakup aspek digitalisasi. Program ini memerlukan infrastruktur yang memadai dan koneksi internet yang stabil, serta penyediaan perangkat komputer atau gawai yang diperlukan untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Dengan tercapainya pemerataan akses pendidikan di daerah lereng gunung, diharapkan anak-anak dan masyarakat setempat dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas. Pendidikan yang baik akan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan mereka, membuka peluang untuk keluar dari kemiskinan dan mengembangkan potensi desa masing-masing.

Baca juga:

“Apabila anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, pola pikir mereka akan lebih maju. Ini akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan ekonomi keluarga dan, dalam jangka panjang, anak-anak tersebut dapat berkontribusi dalam membangun desa yang mandiri,” tutup Ari.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.