Sorot Indonesia – Medan, Sabtu (20/6/2026) menjadi hari yang kelam bagi para nelayan di Dermaga Gabion, Belawan. Sebanyak enam kapal ikan terbakar, menyisakan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan melibatkan dua kapal tidak aktif serta empat kapal yang masih beroperasi, milik PT. Maharani Samudera Rintis Tama.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan, Wandro Malau, mengungkapkan bahwa api cepat merambat antar kapal. “Kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi saat perbaikan mesin salah satu kapal,” ujarnya. Keterangan ini diperkuat oleh Kasi Damkar, Rusli Simbolon, yang menyatakan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa atau luka, kerugian material sangat signifikan.

Baca juga:

Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Medan menerjunkan 12 unit armada, termasuk dua unit tambahan dari TNI AL dan Pelindo. Penanganan kebakaran membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk mengendalikan api, yang terus berkobar di kapal-kapal yang berdekatan.

“Kami mengerahkan total 12 unit untuk memastikan api tidak semakin meluas. Setelah dua jam, kami berhasil memadamkan api dengan menggunakan lebih dari 143.500 liter air dan bantuan perahu nelayan,” ungkap Wandro. Meskipun situasi terkendali, para pemilik kapal yang terkena dampak harus menghadapi kerugian finansial yang cukup besar, yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

Baca juga:

Kebakaran ini menjadi peringatan bagi nelayan dan pemilik kapal akan pentingnya keselamatan dan prosedur pemeliharaan yang lebih ketat, terutama dalam hal kelistrikan yang dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Diharapkan ke depan, insiden serupa tidak terulang lagi di pelabuhan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: