Sorot Indonesia – Dalam sejarah sepak bola Kanada, Stephen Eustáquio mencatatkan namanya dengan indah saat menjadi kapten tim nasional dalam pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Toronto ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Eustáquio, tetapi juga bagi seluruh penggemar sepak bola di Kanada.
Pada 15 Juni 2026, Eustáquio memimpin timnya melawan Bosnia dan Herzegovina di BMO Field, dalam pertandingan yang dihadiri oleh lebih dari 43.000 penonton. Meskipun hasil akhir berakhir imbang 1-1, momen tersebut menandai pencapaian penting bagi Stephen Eustáquio dan timnya, yang berhasil meraih poin pertama di Piala Dunia di tanah sendiri.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena merupakan pertandingan Piala Dunia pria pertama yang diadakan di Kanada. Eustáquio, yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, kini menjadi simbol harapan bagi banyak pemain muda di negara tersebut. Dengan sepak bola menjadi olahraga paling populer di kalangan anak muda di Kanada, Eustáquio diharapkan dapat menginspirasi generasi baru untuk mengikuti jejaknya.
Dalam sesi pelatihan terbuka yang diadakan sebelum pertandingan, Eustáquio berbicara tentang betapa bermaknanya kesempatan ini baginya dan rekan-rekannya. Dia mengungkapkan rasa syukurnya dapat memimpin tim di pertandingan yang sangat berarti ini, terutama di provinsi asalnya. “Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya. Dengan Alphonso Davies absen karena cedera, Eustáquio mengambil peran kepemimpinan dengan baik dan menunjukkan kemampuannya sebagai pemain kunci.
Seiring dengan pertandingan, para penggemar di Toronto merasakan euforia yang luar biasa. Mereka berkumpul di sekitar stadion, mengenakan warna merah putih, dan bersorak untuk tim nasional. Suasana yang penuh semangat ini menunjukkan bahwa Kanada kini bukan hanya bagian dari kompetisi, tetapi juga sudah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di dunia sepak bola.
Selain Stephen Eustáquio, tim Kanada yang dipimpin oleh pelatih John Herdman juga memiliki beberapa pemain muda berbakat lainnya yang berpotensi bersinar di panggung dunia. Penampilan mereka di Piala Dunia kali ini menjadi titik awal bagi perjalanan panjang yang penuh harapan bagi sepak bola Kanada.
Dari sisi klub, FC Porto, tempat Eustáquio bermain sebelum bergabung dengan tim nasional, juga mendapat keuntungan dari partisipasi pemainnya dalam turnamen ini. Melalui FIFA Club Benefits Programme, klub-klub dapat menerima kompensasi finansial berdasarkan jumlah pemain yang mereka miliki di turnamen. FC Porto diperkirakan akan mendapatkan sekitar 500 ribu euro, tergantung pada kemajuan tim nasional Kanada dan Eustáquio di turnamen ini.
Dengan harapan besar dan momen bersejarah ini, Stephen Eustáquio dan tim nasional Kanada berharap dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka di pentas dunia dan membawa pulang kebanggaan untuk negara.
