Sorot Indonesia – Pemain muda berbakat Persib Bandung, Saddil Ramdani, baru-baru ini mengalami musibah ketika rumah orang tuanya di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, terbakar pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 16.20 WITA. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada rumah yang dimiliki oleh ayahnya, dengan api melalap hampir seluruh bagian dalam dan belakang bangunan.

Musibah ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga Saddil, namun kehadiran solidaritas dari keluarga besar Persib Bandung memberikan sedikit cahaya di tengah kegelapan. Saddil Ramdani mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada manajemen dan rekan-rekannya di Persib Bandung yang telah menggalang dana untuk membantu meringankan beban keluarganya. “Terima kasih sebesar-besarnya buat keluarga besar Persib Bandung, terutama kepada Pak Bos, Pak Umuh (Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar), dan teman-teman rekan tim yang sudah mendonasi dan membantu kebakaran yang berada di Muna Barat, terkhusus juga buat bapak saya sendiri,” kata Saddil saat memberikan pernyataan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (22/8/2026).

Baca juga:

Bantuan yang diterima tidak hanya membantu keluarga Saddil dalam menghadapi situasi pasca-kebakaran, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan moral bagi orang tuanya untuk melewati masa sulit ini. “Saya sangat bersyukur karena rekan-rekan di klub menunjukkan kepedulian terhadap kondisi keluarga saya. Ini adalah dukungan yang tidak akan pernah saya lupakan,” tambah Saddil Ramdani.

Di tengah situasi yang sulit ini, Saddil Ramdani juga harus menghadapi tantangan baru bersama timnya. Pada 31 Agustus 2026, Persib Bandung akan berlaga melawan Manila Digger dalam play-off AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. Pertandingan ini sangat penting bagi Persib untuk mengamankan tiket menuju fase grup ACL Two. Meskipun tim harus bermain tanpa dukungan langsung dari Bobotoh karena sanksi AFC, Saddil tetap optimis dan bertekad untuk memberikan yang terbaik.

“Kami selalu optimis karena bermain di kandang. Jadi motivasi kami sama dengan Bobotoh, yaitu tetap memenangkan pertandingan untuk lolos di fase berikutnya,” ungkap Saddil. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan disiplin setiap pemain dalam menghadapi laga krusial ini, dan percaya bahwa proses yang telah dijalankan oleh tim pelatih akan membuahkan hasil.

Persib Bandung juga mengandalkan kiper andalan mereka, Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana, untuk menghadapi Manila Digger. Pelatih kiper, Mario Jozic, memberikan jaminan bahwa kedua penjaga gawang ini dalam kondisi terbaik dan siap untuk bertanding. “Kami masih punya waktu 10 hari menuju pertandingan yang paling penting, jadi saya pikir mereka akan siap,” terang Jozic.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, baik di lapangan maupun dalam kehidupan pribadi, Saddil Ramdani menunjukkan ketangguhan dan dedikasinya baik sebagai pemain maupun sebagai individu. Dukungan dari Persib Bandung memberikan harapan baru bagi Saddil dan keluarganya untuk bangkit dari musibah ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.