Sorot Indonesia – Jakarta, polusi disorot saat laga AC Milan vs Chelsea, Pramono siapkan hujan buatan [titlebase]. Pertandingan pramusim Indonesia Super Cup 2026 antara AC Milan dan Chelsea yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 8 Agustus lalu, mengundang perhatian publik terkait kondisi polusi udara Jakarta. Langit yang tampak keabu-abuan menjadi latar belakang yang mencolok selama pertandingan, dan hal ini diperkuat oleh unggahan di media sosial dari kedua klub yang menunjukkan suasana kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa polusi udara yang terlihat saat laga tersebut berkaitan dengan kemarau panjang yang melanda Jakarta. “Walaupun kemarin ketika Chelsea lawan AC Milan salah satu keluhan adalah masalah polusi, karena terlalu lama tidak pernah hujan,” ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta Selatan pada 11 Agustus.

Baca juga:

Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi kondisi ini, termasuk opsi untuk melakukan hujan buatan. “Kami sedang menyiapkan hujan buatan, mudah-mudahan awannya ada. Begitu awannya ada, kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.

Selain itu, Pramono menekankan pentingnya peralihan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan dalam penggunaan moda transportasi umum di Jakarta. “Penggunaan TransJakarta meningkat hampir 15 persen, MRT meningkat hampir 23 persen, sementara LRT sedikit lebih rendah, yaitu 12 persen,” ujarnya.

Langkah-langkah ini, menurut Pramono, merupakan hasil dari kebijakan yang diterapkan untuk menjaga tarif transportasi umum tetap terjangkau. Pemprov DKI juga memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke transportasi umum. Saat ini, konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai lebih dari 93 persen, dengan tingkat pemanfaatan yang meningkat dari sebelumnya sekitar 23 persen menjadi lebih dari 31 persen.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga turut menyoroti persoalan polusi udara Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, AHY menyatakan bahwa pemerintah perlu terus mencari solusi untuk mengurangi polusi yang dihasilkan dari aktivitas transportasi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

AHY menambahkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sedang menyusun roadmap dekarbonisasi sektor transportasi untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat Jakarta.

Polusi disorot saat laga AC Milan vs Chelsea, Pramono siapkan hujan buatan [titlebase] menunjukkan bahwa kesadaran akan masalah polusi udara semakin meningkat di kalangan masyarakat. Diharapkan, dengan adanya upaya dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Jakarta dapat mengatasi masalah polusi udara yang telah lama menjadi tantangan bagi kota ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.