Sorot IndonesiaNorwegia baru saja menyelesaikan perjalanan yang luar biasa di Piala Dunia 2026, di mana mereka berhasil menembus perempat final sebelum terhenti oleh Inggris. Kemenangan sebelumnya atas Brasil tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi tim nasional, tetapi juga melahirkan tradisi baru yang dikenal dengan sebutan ‘Viking Row‘. Tradisi ini, yang terinspirasi dari gaya perayaan suporter Islandia, telah menarik perhatian dunia dan menjadi simbol dari semangat juang bangsa Viking modern yang kini mencintai sepak bola.

Setelah pertandingan terakhir mereka, lebih dari 100.000 orang berbondong-bondong menyambut kepulangan tim di Oslo, mengubah kawasan Slottsplassen menjadi lautan manusia. Di tengah-tengah kerumunan, Putra Mahkota Haakon ikut memimpin ‘Viking Row’ yang menjadi ciri khas perayaan tersebut. Dalam momen ini, suporter dan pemain bersatu, melakukan gerakan mendayung melambangkan nenek moyang mereka yang terkenal sebagai pelaut ulung.

Baca juga:

‘Saya rasa tidak ada yang membayangkan sambutan seperti ini. Dukungan yang kami rasakan benar-benar di luar dugaan,’ ungkap kapten tim, Martin Ødegaard, saat berbicara kepada media. Euforia ini tidak hanya dirasakan di Oslo, tetapi juga di berbagai tempat lainnya di Norwegia, di mana video ‘Viking Row’ menjadi viral di media sosial.

Tradisi ‘Viking Row’ ini menjadi lebih dikenal setelah suporter Norwegia melakukan gerakan mendayung di stadion, menggambarkan semangat kolektif yang mengingatkan akan perjalanan para Viking di lautan. Namun, tak semua informasi yang beredar benar. Baru-baru ini, muncul video yang mengklaim menunjukkan suporter Norwegia melakukan ‘Viking Row’ di bandara. Setelah diteliti, video tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI) dan bukan kejadian nyata.

Sementara itu, di Spanyol, setelah menginspirasi publik dengan ‘Viking Row’, para penggemar sepak bola dari negeri Matador pun mencoba menirukan perayaan tersebut setelah tim mereka berhasil mencapai final Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya sepak bola dapat menyebar dan menginspirasi negara lain.

Perayaan ini juga mencerminkan kebangkitan semangat sepak bola di Norwegia, yang telah lama absen dari pentas dunia selama 28 tahun. Dengan pencapaian yang luar biasa ini, harapan untuk masa depan yang lebih cerah dalam kompetisi sepak bola semakin menguat. Raja Harald V pun mengundang tim untuk hadir di Istana Kerajaan sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian mereka.

Seiring dengan berjalannya waktu, budaya ‘Viking’ yang melekat pada bangsa Norwegia tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi kini juga menjadi bagian dari identitas modern mereka, terutama di arena olahraga. Tradisi ‘Viking Row’ menjadi simbol kebanggaan baru yang akan dikenang oleh generasi mendatang.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.