Sorot Indonesia – Nama Karim Benzema kembali mencuat di bursa transfer Eropa, bukan karena rumor kepindahannya, melainkan sebagai bayangan panjang yang masih menghantui Real Madrid. Benzema meninggalkan warisan besar sebagai penyerang tengah murni, dan hingga kini Los Blancos belum menemukan pengganti sepadan. Hal ini diperparah dengan kekalahan 2-1 dari Atlético Madrid akhir pekan lalu, yang membuat Madrid tertinggal enam poin dari Barcelona di klasemen La Liga.

Dalam laga derby tersebut, trio Kylian Mbappé, Jude Bellingham, dan Vinícius Júnior gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Statistik ini menunjukkan masalah klasik yang sudah lama mengakar: tidak adanya sosok seperti Karim Benzema yang mampu menjadi jangkar serangan sekaligus kreator di lini depan. Pelatih José Mourinho pun disebut-sebut menginginkan gelandang kreatif pada bursa transfer musim panas, namun manajemen Madrid tak kunjung merealisasikannya.

Baca juga:

Arsenal Akui Incar Vinicius Junior

Di sisi lain, Arsenal dikabarkan serius mempertimbangkan merekrut Vinícius Júnior. Asisten pelatih Miguel Molina mengonfirmasi bahwa nama pemain Brasil itu sempat menjadi bahan diskusi internal tim pelatih Mikel Arteta. “Ya, tentu saja. Saya tidak bisa mengabaikan realitas, tetapi itu adalah nama yang ada di atas meja,” ujar Molina dalam wawancara terbaru.

Arsenal melihat peluang ketika negosiasi kontrak Vinícius dengan Madrid sempat macet. Mereka siap menggelontorkan dana besar untuk memboyong salah satu bintang terbesar dunia itu ke Emirates Stadium. Namun, upaya tersebut gagal karena Vinícius akhirnya menandatangani kontrak jangka panjang baru bersama Madrid. Musim lalu, pemain berusia 26 tahun itu mencetak 22 gol dan 14 assist dalam 53 penampilan, meski tak cukup membawa Los Blancos meraih gelar besar.

Liverpool Pantau Aurelien Tchouameni

Tak hanya Arsenal, Liverpool juga dikabarkan mengagumi gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni. Jurnalis Pete O’Rourke menyebut bahwa Tchouameni masih masuk radar The Reds, terutama setelah Julian Ward kemungkinan kembali menjabat sebagai direktur olahraga. Namun, Liverpool menghadapi jalan terjal karena Tchouameni baru saja menandatangani kontrak baru hingga 2031.

Pemain berusia 26 tahun itu tampil impresif musim lalu dengan 49 pertandingan, mencetak dua gol dan dua assist. Kemampuannya sebagai gelandang bertahan, bek tengah, maupun box-to-box membuatnya menjadi salah satu gelandang terbaik La Liga. Liverpool berpotensi kesulitan mendapatkan harga miring, tetapi ketertarikan mereka tetap kuat untuk bursa transfer mendatang.

Krisis Madrid dan Bayang-Bayang Benzema

Kekalahan dari Atlético Madrid mengungkap masalah mendalam di lini tengah Madrid. Sumber internal klub menyebut penampilan melawan Atlético sebagai “bencana” karena tidak ada perubahan berarti. Mourinho dan stafnya secara terbuka menyoroti kontroversi wasit, namun secara privat mengakui perlunya kritik diri. Madrid memiliki waktu tiga pekan selama jeda internasional untuk membenahi persoalan yang terpapar di Metropolitano.

Kehadiran Karim Benzema di masa lalu sering menutupi kelemahan lini tengah Madrid. Kemampuannya turun ke tengah, membangun serangan, dan menyelesaikan peluang membuat Madrid tak terlalu bergantung pada gelandang kreatif. Kini, tanpa sosok seperti Karim Benzema, Madrid tampak kehilangan arah ketika menghadapi tim yang bermain rapat.

Peta Persaingan dan Target Lain

Sementara itu, Harry Kane menjadi favorit utama Ballon d’Or 2026 setelah mencetak 73 gol untuk klub dan negara. Ia juga hampir pasti memperpanjang kontrak di Bayern Munich. Di sisi lain, Arsenal dan Liverpool juga dikaitkan dengan penyerang Brentford, Kevin Schade, yang tengah dalam performa terbaik.

Bagi Madrid, persoalan utama bukan sekadar wasit atau keberuntungan. Klub perlu segera menemukan identitas baru di lini depan dan tengah. Nama Karim Benzema akan terus menjadi tolok ukur, tetapi Madrid tidak bisa selamanya hidup di masa lalu. Jika tidak segera berbenah, jarak dengan Barcelona bisa semakin melebar.

Kesimpulannya, dinamika transfer Eropa musim ini menunjukkan bahwa klub-klub besar masih mencari keseimbangan. Arsenal dan Liverpool memburu bintang Madrid, sementara Madrid sendiri bergulat dengan krisis permainan yang tak lepas dari kepergian Karim Benzema. Waktu tiga pekan jeda internasional akan menjadi ujian bagi Mourinho untuk membuktikan bahwa Madrid masih layak bersaing di jalur juara.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.