Sorot Indonesia – Jude Bellingham, gelandang muda berbakat asal Inggris, diperkirakan akan menjadi pusat permainan Real Madrid di bawah arahan pelatih Jose Mourinho. Bellingham, yang baru saja tampil gemilang di Piala Dunia 2026, kini diproyeksikan untuk mengisi peran nomor 10 dalam skema baru Mourinho yang menggunakan formasi 4-2-3-1.
Real Madrid memiliki tantangan besar dengan kehadiran Arda Guler, pemain asal Turki yang juga menunjukkan performa mengesankan selama pramusim. Guler berhasil menarik perhatian Mourinho dengan penampilannya yang cemerlang, dan ada kemungkinan bahwa keduanya dapat dimainkan secara bersamaan tanpa mengorbankan satu sama lain. Dalam skenario ini, Bellingham akan tetap berperan sebagai gelandang serang, sementara Guler bisa ditarik lebih dalam untuk berfungsi sebagai pengatur permainan dari lini tengah.
Dalam skema ini, Bellingham akan memiliki kebebasan untuk bergerak ke kotak penalti, memanfaatkan kemampuannya dalam membawa bola, melakukan pressing, dan mencetak gol. Mourinho melihat potensi besar dalam Bellingham, yang telah terbukti menjadi sosok penting bagi tim Inggris di Piala Dunia. Guler, di sisi lain, menawarkan visi permainan yang berbeda dengan kemampuan distribusi umpan yang baik, yang akan sangat membantu dalam membuka jalur serangan.
Musim lalu, Guler mencatat enam gol dan 12 assist dalam 51 pertandingan bersama Madrid, dan Mourinho telah mengakui bahwa bekerja dengannya merupakan kesempatan besar. Jika Guler ditempatkan sebagai pengatur permainan dari lini kedua, Madrid akan memanfaatkan distribusinya tanpa membuatnya terlalu dekat dengan tekanan lawan. Hal ini juga dapat memberikan ruang bagi Bellingham untuk bergerak lebih agresif di belakang Kylian Mbappe dan mencari peluang mencetak gol.
Namun, situasi ini menciptakan persaingan yang ketat di dalam tim. Bellingham harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya, terutama setelah mengalami cedera yang mempengaruhi performanya musim lalu, di mana ia hanya mencetak delapan gol. Dengan kedatangan Mbappe, peran Bellingham juga diperkirakan akan berubah, dan ia perlu menemukan cara untuk beradaptasi dengan dinamika baru dalam tim.
Dalam pramusim, Guler tampil luar biasa dan berhasil mencuri perhatian Mourinho, yang mungkin akan memprioritaskan pemain Turki tersebut untuk pertandingan pembuka La Liga melawan Espanyol. Ini menambah tekanan pada Bellingham untuk segera kembali ke performa terbaiknya agar bisa merebut kembali tempatnya dalam starting XI.
Real Madrid memasuki musim ini dengan harapan tinggi setelah gagal meraih gelar pada musim sebelumnya. Mourinho, yang kembali ke klub, pasti ingin mengembalikan kejayaan Madrid dan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki oleh skuadnya, termasuk Jude Bellingham.
Dengan kombinasi Bellingham dan Guler di lini tengah, Madrid berharap untuk menciptakan serangan yang lebih dinamis dan efisien, yang dapat membawa mereka kembali ke jalur kemenangan. Apakah Bellingham dapat meniru kesuksesan Frank Lampard di bawah Mourinho dan menjadi salah satu gelandang paling produktif di dunia? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
