Sorot Indonesia – Nama iga świątek kembali mencuri perhatian dunia tenis menjelang rangkaian turnamen pamungkas musim 2026. Pelatih barunya, Francisco Roig, secara terbuka membeberkan kemiripan mengejutkan antara mantan anak asuhnya, Rafael Nadal, dengan petenis Polandia tersebut. Roig, yang telah mendampingi Nadal selama 15 tahun, kini menangani Iga Świątek sejak lima bulan lalu setelah sang petenis berpisah dengan Wim Fissette di tengah rentetan hasil buruk pada awal musim.

Dalam wawancara dengan Eurosport, Roig menyebut ada satu kesamaan fundamental yang langsung terlihat saat ia mulai melatih Iga Świątek. “Satu hal yang mereka miliki bersama adalah posisi tubuh sebelum memukul bola. Posisi yang nyaman; Anda tahu mereka tidak akan melewatkan pukulan itu,” ujarnya. Menurut Roig, ketika Iga Świątek berada dalam performa terbaiknya, lawan sudah bisa merasakan tekanan luar biasa karena hampir tidak ada celah untuk mencetak poin.

Baca juga:

Roig bahkan menyamakan kemampuan keduanya dalam hal konsistensi dan penyelamatan bola sulit. Nadal dan Iga Świątek dinilainya mampu memukul bola hingga 100 kali dengan 99 di antaranya masuk, disertai margin kesalahan dan putaran bola yang selalu merepotkan lawan. “Mereka menyelamatkan peluang yang menunjukkan bahwa mereka unggul karena punya kemampuan memasukkan bola apa pun kondisinya. Dalam hal itu, mereka cukup mirip,” tambahnya.

Meski demikian, perjalanan kerja sama Roig dan Iga Świątek tidak selalu mulus. Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa ia sempat tidak nyaman dengan gaya bermain petenis berusia 25 tahun tersebut. Perubahan besar baru dilakukan setelah Wimbledon, ketika Roig meminta Iga Świątek mempercayai visi tenisnya. “Setelah Wimbledon, saya memintanya untuk percaya kepada saya, percaya pada visi tenis saya, meskipun saya yakin ia akhirnya akan menang karena pemain terbaik selalu berhasil,” jelas Roig.

Hasilnya mulai terlihat. Iga Świątek mengakhiri puasa gelar hampir satu tahun dengan menjuarai WTA 1000 Toronto, titel pertamanya bersama Roig. Namun, langkahnya di US Open terhenti di babak 16 besar, sehingga untuk pertama kalinya sejak 2021 ia akan menutup musim tanpa gelar Grand Slam.

Perburuan Tiket ke WTA Finals

Fokus Iga Świątek kini beralih ke rangkaian turnamen di China. Saat ini ia menempati peringkat 10 dalam klasemen WTA Race, yang hanya menghitung poin musim berjalan. Turnamen WTA 1000 Beijing dan Wuhan menjadi krusial karena masing-masing menawarkan 1.000 poin bagi juara dan 650 poin bagi finalis. Peluang Iga Świątek untuk tampil di WTA Finals di Indian Wells pada 8-15 November masih terbuka, tetapi jalannya sangat berat.

Ia tertinggal 816 poin dari Karolina Muchova di posisi ketujuh dan 650 poin dari Linda Noskova di posisi kedelapan. Komplikasi muncul karena kemenangan Noskova di Wimbledon membuat Ceko itu otomatis mengamankan satu tempat sebagai juara Grand Slam 2026, sehingga Iga Świątek wajib finis di tujuh besar klasemen Race jika ingin lolos tanpa bergantung hasil petenis lain.

Petenis Posisi Race Selisih Poin dari Świątek
Karolina Muchova 7 +816
Linda Noskova 8 +650
Iga Świątek 10 –

Dawid Celt, mantan kapten tim Piala Davis Polandia, meyakini Iga Świątek akan mengerahkan segala daya untuk lolos. “Saya tahu bagi Iga penting untuk bermain di Masters dan saya tahu ia akan melakukan segalanya untuk lolos. Tugasnya sulit, tetapi masih realistis,” kata Celt. Menurutnya, strategi yang harus diambil adalah tampil maksimal di turnamen seri 1000 terlebih dahulu, lalu menambah poin di turnamen yang lebih kecil bila diperlukan.

Peta Jalan Menuju Indian Wells

Di Beijing, Iga Świątek masuk sebagai unggulan kedelapan dan akan memulai dari babak kedua melawan pemenang laga antara Xinyu Gao dan Panna Udvardy. Jalur berat menantinya, dengan potensi bertemu Iva Jovic di perempat final, Coco Gauff di semifinal, dan Elena Rybakina yang kini menjadi pemuncak peringkat dunia. Setelah Beijing, turnamen Wuhan, Ningbo, dan Tokyo menjadi kesempatan terakhir mengumpulkan poin sebelum WTA Finals.

Sementara itu, dari kubu Polandia, kabar positif datang lewat Maja Chwalińska yang menembus semifinal WTA 500 Singapura dan naik ke peringkat 21 dunia, posisi tertinggi sepanjang kariernya, dengan total pendapatan lebih dari 8 juta zloty musim ini. Prestasi ini menambah warna persaingan tenis Polandia menjelang penutupan musim.

Bagi Iga Świątek, ketidakhadiran di WTA Finals akan menjadi anomali besar mengingat dominasinya selama 125 pekan di puncak peringkat dunia. Namun dengan kepercayaan baru dari Roig dan dorongan untuk menjadi pemain yang lebih lengkap, peluang itu masih ada. Semua akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan di lapangan keras China, tempat Iga Świątek harus membuktikan bahwa semangat juangnya masih setajam era kejayaannya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.