Sorot Indonesia – Mario Suryo Aji, pembalap Indonesia yang saat ini membela Honda Team Asia di ajang Moto2, menarik perhatian publik ketika ia mengalami cedera serius yang mengharuskannya menjalani operasi pada tulang leher. Dalam kesempatan ini, Mario Aji tidak hanya berbagi tentang proses pemulihannya namun juga mengungkapkan kedekatannya dengan pembalap top MotoGP, Maverick Vinales, yang menunjukkan kepedulian terhadapnya saat masa sulit.
Setelah mengalami kecelakaan di balapan Moto2 Spanyol di Jerez, Mario harus menepi dari kompetisi selama beberapa seri. Ia mengalami retak pada tulang belakang C7 di area leher, yang menyebabkan rasa mati rasa pada lengannya. Cedera ini membuatnya absen di tiga balapan, termasuk balapan penting di Ceko dan Italia. Dokter menyarankan agar ia menjalani prosedur medis yang diperlukan, dan ia berhasil menjalani operasi di Rumah Sakit Dexeus, Barcelona, pada 19 Mei 2026.
Dalam wawancara dengan media, Mario Aji berbagi kisah bahwa ia merasa senang dan terharu ketika Vinales, yang merupakan juara dunia Moto3 dan salah satu pembalap terkemuka di MotoGP, menghubunginya untuk menanyakan kabar setelah operasinya. “Dia salah satu pembalap yang menanyai kabar Mario pasca-operasi,” ungkap Mario. Dukungan dari seorang pembalap berpengalaman seperti Vinales menjadi dorongan semangat bagi Mario dalam masa pemulihan ini.
Mario Suryo Aji mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali balapan di Moto2 Jerman pada bulan Juli mendatang, tepat sebelum rehat musim panas. “Mungkin sebelum summer break di Jerman itu targetnya udah bisa join balapan lagi,” ujarnya. Meskipun harus menghadapi tantangan akibat cedera, semangat dan ambisi untuk tampil di MotoGP tetap membara dalam diri pemuda berusia 22 tahun ini.
Selain itu, Mario juga berbagi tentang hubungan eratnya dengan dua pembalap muda Indonesia lainnya, Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa, yang kini juga merantau di Eropa. Ramadhipa, yang baru saja menorehkan prestasi di Moto3 Junior, mengaku terinspirasi oleh Mario dan Veda. Dalam sesi wawancara, Ramadhipa menyatakan, “Tentunya motivasi untuk mengejar prestasi mereka itu ada, karena mereka memotivasi saya dan membuat saya ingin berkembang lebih cepat.”
Kedekatan antara Mario Aji dan pembalap top MotoGP menunjukkan bahwa dalam dunia balap yang sangat kompetitif ini, ada rasa saling mendukung dan solidaritas antar pebalap. Dapat perhatian saat cedera, Mario Aji ungkap kedekatan dengan pembalap top MotoGP menjadi bukti bahwa meskipun dalam keadaan sulit, hubungan baik dapat memberikan kekuatan dan motivasi untuk bangkit.
Kini, Mario Suryo Aji berfokus pada pemulihan dan berusaha untuk kembali ke lintasan secepatnya untuk meraih mimpinya tampil di MotoGP. Dengan semangat juang yang tinggi, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi tim dan tanah airnya.
