Sorot Indonesia – Keputusan besar telah diambil oleh pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, dengan menunjuk Cristian Romero sebagai kapten permanen baru Albiceleste. Langkah ini diambil menyusul pengumuman pensiunnya Lionel Messi dari pentas internasional yang akan resmi berakhir pada 6 Oktober mendatang dalam laga persahabatan melawan Benin. Penunjukan Cristian Romero ini menjadi tonggak sejarah baru bagi tim Tango yang selama bertahun-tahun dipimpin oleh Messi.

Mantan pemain sayap Argentina, Angel Di Maria, memberikan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut. Dalam wawancaranya dengan SportsCenter, Di Maria menyatakan bahwa Romero adalah sosok yang tepat untuk memikul tanggung jawab besar itu. “Dia pantas mendapatkannya. Saya pikir itu pilihan yang sangat bagus dari Scaloni dan staf pelatih. Dia pantas karena dia orang yang hebat. Dia punya temperamen yang sangat baik untuk mengenakan ban kapten dan saya yakin dia akan melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” ujar Di Maria.

Baca juga:

Di Maria juga mengajak para pendukung timnas Argentina untuk terus memberikan dukungan di era baru ini. Menurutnya, para penggemar akan tetap setia karena tim ini akan terus membawa kebahagiaan bagi mereka. Dukungan dari seorang juara dunia 2022 seperti Di Maria tentu menjadi suntikan moral bagi Cristian Romero yang kini berusia 28 tahun.

Scaloni sendiri menjelaskan alasan di balik pemilihannya. Dalam pernyataannya kepada TyC Sports, ia menegaskan bahwa Romero sudah menjadi kapten ketiga setelah Messi dan Nicolas Otamendi. “Kaptennya akan menjadi Cuti. Dia memang sudah menjadi kapten ketiga setelah Leo dan Ota. Ada Emiliano Martinez, yang juga bisa memakai ban kapten. Rodrigo De Paul, yang tidak akan bermain dalam dua pertandingan ini, juga bisa memakainya. Lautaro Martinez bisa memakainya. Cuti adalah pilihan yang tepat,” jelas Scaloni.

Pemain yang kini memperkuat Atletico Madrid itu sebelumnya telah beberapa kali dipercaya memimpin tim. Ia pernah mengenakan ban kapten saat Argentina menghadapi Chile di kualifikasi Piala Dunia 2025, serta dalam laga persahabatan melawan Venezuela dan Mauritania. Pengalaman tersebut membuat transisi kepemimpinan diharapkan berjalan mulus.

Argentina akan menghadapi Bolivia dan Burkina Faso sebelum laga emosional melawan Benin pada 6 Oktober. Pertandingan melawan Benin nanti akan menjadi momen serah terima tong estafet secara resmi dari Messi kepada Cristian Romero. Momen tersebut diprediksi akan berlangsung penuh haru, mengingat Messi telah menjadi ikon dan pemimpin tim selama lebih dari satu dekade.

Tantangan berat kini menanti Romero. Sebagai bek tengah yang dikenal tanpa kompromi, ia harus mampu menjaga standar tinggi tim dan menyatukan ruang ganti tanpa kehadiran Messi. Tidak hanya itu, ia juga dituntut untuk mempertahankan mentalitas juara yang sudah tertanam kuat di dalam skuad asuhan Scaloni.

Keputusan Scaloni untuk menunjuk Romero juga sempat menuai perdebatan, mengingat Argentina masih memiliki pemain senior lain seperti Emiliano Martinez, De Paul, dan Lautaro Martinez. Namun, pemilihan Romero dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan tim dalam jangka panjang. Dengan posisinya sebagai bek, Romero diharapkan bisa menjadi pemimpin dari lini belakang yang solid.

Di sisi lain, mantan rekan setimnya di Atletico Madrid, Alex Baena, sempat menyoroti kepemimpinan Romero dalam konteks klub. Baena mengkritik Jose Mourinho yang memprotes keputusan wasit dalam derbi Madrid, dengan menyebut bahwa protes tersebut hanyalah bentuk ketidakmampuan menerima kekalahan. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi kredibilitas Romero sebagai kapten timnas.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, publik Argentina berharap era kepemimpinan Cristian Romero dapat melanjutkan kesuksesan yang telah diraih Messi dan kawan-kawan. Laga melawan Benin akan menjadi penanda dimulainya babak baru bagi timnas Argentina, di mana Romero akan resmi memimpin pasukan Albiceleste di atas lapangan.

Transisi kepemimpinan ini menjadi salah satu momen paling dinanti dalam sepak bola internasional. Bagaimana Romero mengemban amanah besar ini akan menjadi sorotan dunia. Jika mampu tampil gemilang, bukan tidak mungkin ia akan membawa Argentina meraih lebih banyak trofi di masa depan, meneruskan warisan emas yang telah ditinggalkan oleh Lionel Messi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.