Sorot Indonesia – Jagat mutant kembali menjadi sorotan. Serial animasi x men ’97 yang sukses besar di musim pertamanya kini bersiap melanjutkan perjalanan para mutan dengan musim kedua yang jauh lebih ambisius. Kabar ini datang bersamaan dengan rangkaian pengumuman besar Marvel Studios terkait reboot live-action X-Men yang akan menjadi fondasi era baru waralaba mutan selama dua dekade ke depan.

Musim kedua X-Men ’97 disebut akan berfokus pada konsekuensi dari peristiwa musim pertama, di mana para X-Men terpisah ke dalam tiga lini masa berbeda—masa lalu, masa kini, dan masa depan—saat mereka berhadapan dengan Apocalypse. Alur cerita ini menghadirkan En Sabah Nur sebagai ancaman utama yang jauh lebih menakutkan bagi para mutan.

Baca juga:

Duo komposer The Newton Brothers, yang terdiri dari Andy Grush dan Taylor Newton, mengungkapkan bahwa pendekatan musik mereka dibangun di atas fondasi musim pertama. “Kami ingin memperlakukan musim lalu seperti karakter musikal secara keseluruhan, lalu membawanya ke musim ini dan mengembangkan ide tersebut,” ujar Grush dalam wawancara khusus. Ia menjelaskan bahwa timnya berupaya menyusun lapisan musik untuk latar Mesir kuno, masa depan, dan masa kini, sembari menambahkan tema-tema baru tanpa kehilangan identitas suara yang telah terbentuk.

Bagi Taylor Newton, keberadaan suara khas serial ini menjadi jangkar yang menjaga konsistensi naratif. “Kami juga ingin fokus pada alur cerita di momennya masing-masing, seperti kisah En Sabah Nur. Penting untuk menyoroti siapa dirinya serta pergulatan Xavier dan Magneto saat berusaha menyelamatkan masa depan,” jelasnya. Menurutnya, kombinasi En Sabah Nur, Magneto, dan Xavier menjadi contoh sempurna bagaimana musik dapat memperkuat ketegangan dramatis di hampir setiap episode.

Motif Apocalypse, sang Darth Vader Dunia Mutan

Menariknya, The Newton Brothers mengaku telah menulis motif Apocalypse jauh sebelum melihat animatik. Mereka mendasarkan komposisi pada naskah dan arahan sutradara yang menggambarkan sosok tak terbendung, gelap, dan jahat. “Anda benar-benar tahu dia adalah Darth Vader; dia adalah penjahat besar. Menyenangkan bisa bermain dengan fakta bahwa ia sebenarnya berniat baik. Ia tumbuh menjadi monster, dan semua orang mencoba mengubah jalannya,” kata Newton. Pendekatan musik yang digunakan pun sengaja dibuat tegas dengan prinsip less is more, terutama pada adegan besar antara Apocalypse, Magneto, dan Xavier.

Reboot X-Men di MCU Resmi Diumumkan

Di sisi layar lebar, Marvel Studios secara resmi mengumumkan sebagian pemeran inti untuk reboot X-Men yang dijadwalkan tayang pada 5 Mei 2028. Alih-alih mengandalkan wajah-wajah lama dari era Fox, Marvel merakit ansambel muda untuk membawa waralaba ini selama satu dekade atau lebih. Kit Connor dipercaya memerankan komandan lapangan tim, sementara Christopher Abbott membawa nuansa baru sebagai pendiri Sekolah Xavier bagi Gifted Youngsters, menggantikan Patrick Stewart dan James McAvoy.

Samara Weaving akan memerankan White Queen, Maya Boyd didapuk sebagai dewi cuaca Storm, dan Inde Navarrette mengisi peran Rogue yang penuh kedalaman emosional. Menariknya, perjalanan Sadie Sink menuju dunia x men ternyata dimulai lebih awal dari yang diketahui publik, meski ia tidak mengenakan kostum klasik Jean Grey dalam video terbaru Spider-Man 4.

Magneto Menjadi Nabi Genetik di Komik X-Men #38

Tidak hanya di layar, dunia komik juga menghadirkan perkembangan besar. X-Men #38 yang dirilis 30 September 2026 menampilkan Magneto dalam peran barunya sebagai nabi genetik. Sebuah pesan dari masa depan tertulis dalam darahnya, membawa pertanyaan apakah pesan itu berarti keselamatan atau kehancuran. Dalam edisi ini, Dark Beast terlihat mengekstraksi cairan dari tubuh Magneto, sementara Charles Xavier muncul di dalam pikirannya untuk menjelaskan bahwa ia terjebak di sana.

Edisi yang ditulis Jed MacKay dan digambar Netho Diaz ini merupakan bagian dari tie-in DNX dan dijual seharga 4,99 dolar AS dengan berbagai varian cover, termasuk karya Geoff Shaw, Marco Ferrari, dan Tony Daniel.

Koleksi Kitty Pryde dari Iron Studios

Bagi para kolektor, Iron Studios mengumumkan patung Art Scale 1/10 terbaru yang menampilkan Kitty Pryde bersama naga pendampingnya, Lockheed. Patung setinggi 9,6 inci ini menampilkan Kitty dalam kostum kuning-hitam klasik X-Suit, tengah menembus benda padat di atas dasar diorama penuh elemen teknologi dan puing. Pre-order dibuka dengan harga 199,99 dolar AS dan dijadwalkan rilis pada kuartal ketiga 2027.

Kitty Pryde pertama kali muncul pada 1980 dalam The Uncanny X-Men #129, diciptakan oleh John Byrne dan Chris Claremont sebagai mutan berusia 13 tahun yang mampu menembus benda padat. Patung ini akan melengkapi koleksi Iron Studios lainnya yang menampilkan Beast, Wolverine, dan Cyclops.

Dengan deretan proyek ambisius ini, waralaba x men jelas sedang memasuki babak baru yang menjanjikan. Dari animasi yang dipuji kritikus, reboot live-action yang menyegarkan, kisah komik yang semakin gelap, hingga merchandise berkualitas tinggi, para penggemar mutan memiliki banyak alasan untuk menantikan masa depan. Marvel tampaknya serius menjadikan era mutant sebagai pilar utama hiburan global selama bertahun-tahun mendatang, dan fondasi yang dibangun saat ini akan menentukan arah cerita selama dua dekade ke depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.