Sorot Indonesia – Amanda Manopo kena body shaming, Kenny Austin tantang netizen pakai akun asli. Sepasang selebriti yang baru saja memasuki babak baru dalam kehidupan mereka sebagai orang tua, Amanda Manopo dan Kenny Austin, kini tengah menghadapi isu serius di dunia maya. Amanda, yang baru melahirkan putra pertamanya pada tanggal 6 Juni 2026, ternyata menjadi sasaran body shaming dari sejumlah netizen yang mengomentari perubahan bentuk tubuhnya selama kehamilan.
Kenny Austin, suami Amanda, merasa miris melihat perlakuan tidak etis tersebut. Ia menegaskan bahwa mengomentari fisik seorang perempuan, terutama ibu hamil, adalah tindakan yang tidak pantas. Dalam sebuah wawancara, Kenny menyatakan, “Saya rasa kurang etis saja ya orang-orang mengomentari tubuh perempuan, apalagi seorang ibu hamil yang mau melahirkan.”
Sebelum melahirkan, Amanda mengalami kenaikan berat badan hingga 26 kilogram, yang menjadi sorotan banyak orang di media sosial. Beberapa komentar menyentuh bentuk pinggulnya yang dianggap ‘aneh’ oleh netizen. Meskipun demikian, Kenny berusaha untuk tidak memikirkan komentar negatif tersebut. Ia menambahkan, “Sebenarnya saya nggak mau menanggapi hal-hal kayak gitu,” menyiratkan bahwa ia lebih memilih untuk fokus kepada kebahagiaan keluarganya.
Di tengah kebahagiaan menyambut kehadiran anak pertama mereka, pasangan ini juga harus menghadapi sisi gelap dari publikasi di media sosial. Kenny menilai bahwa setiap ibu pasti mengalami perubahan bentuk tubuh selama kehamilan dan hal tersebut adalah wajar. Ia berharap agar netizen lebih bijaksana dalam memberikan komentar dan tidak menghakimi orang lain berdasarkan penampilan fisik.
Kenny juga menantang para netizen yang memberikan komentar pedas itu untuk menunjukkan jati diri mereka dengan menggunakan akun asli mereka. “Saya enggak menanggapi lah, saya cuma miris. Tapi yang komen juga kebanyakan nggak ada fotonya gitu lho. Maksudnya ya at least lu tunjukin lah siapa sih lu yang komen,” ungkapnya. Melalui pernyataan ini, Kenny ingin menunjukkan bahwa kritik yang diberikan tanpa bertanggung jawab hanya akan menambah ketidaknyamanan bagi orang lain.
Dalam situasi ini, Amanda juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim medis yang membantunya selama proses persalinan dan menjaga privasi keluarganya. Ia berharap agar pengalaman pribadinya ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya empati dan dukungan, terutama bagi mereka yang sedang mengalami masa-masa sulit.
Kesadaran untuk tidak melakukan body shaming adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik di media sosial. Kenny dan Amanda berharap agar cerita mereka bisa menginspirasi orang lain untuk lebih menghargai diri sendiri dan orang lain, terlepas dari bentuk fisik yang dimiliki. Melihat bagaimana dunia digital dapat mempengaruhi kehidupan nyata, mereka berdua berharap agar masyarakat lebih bijak dalam bersikap.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
