Sorot IndonesiaHarga minyak menguat usai Trump resmi teken kesepakatan damai dengan Iran [titlebase]. Lonjakan harga ini dipicu oleh ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana membalas serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi serius setelah Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS. Akibat ketegangan yang meningkat, harga minyak mentah berjangka Brent melonjak 7,9% dan ditutup pada harga US$ 90,74 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat kenaikan 6,6% menjadi US$ 84,46 per barel.

Dalam beberapa minggu terakhir, hubungan antara AS dan Iran kembali memanas setelah kedua negara mencapai beberapa kesepakatan untuk menghentikan permusuhan. Meskipun kesepakatan tersebut memberikan harapan untuk deeskalasi konflik yang terjadi sejak 2026, serangan terbaru Iran telah mengganggu upaya diplomatik tersebut. Para analis menunjukkan bahwa meskipun ada jeda pertempuran, potensi untuk terjadinya konflik lebih lanjut tetap tinggi dan memengaruhi stabilitas harga minyak global.

Baca juga:

Sejak awal pekan, harga minyak sempat menunjukkan tren penurunan yang diharapkan akan berlanjut seiring dengan tanda-tanda meredanya ketegangan. Namun, serangan mendadak dari Iran menghancurkan harapan tersebut dan memicu lonjakan harga yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa pasar minyak global sangat rentan terhadap ketegangan geopolitik, terutama di wilayah Timur Tengah yang kaya akan sumber daya energi.

Kepala Strategi Komoditas di RBC Capital Markets, Helima Croft, menyatakan bahwa pasar masih skeptis terhadap kemungkinan terjadinya terobosan diplomatik yang dapat menyelesaikan kebuntuan nuklir yang telah menjadi pemicu konflik berkepanjangan. “Kami tetap sangat ragu bahwa kita berada di ambang terobosan diplomatik besar,” katanya dalam laporannya.

Di sisi lain, milisi pro-Iran di Irak juga meluncurkan serangan-drone ke fasilitas minyak di Arab Saudi, sementara sekutu Houthi Iran menargetkan infrastruktur pipa yang mengangkut minyak ke terminal ekspor di Laut Merah. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya berupaya mengontrol jalur distribusi minyak yang krusial bagi ekonomi global.

Secara keseluruhan, harga minyak menguat usai Trump resmi teken kesepakatan damai dengan Iran [titlebase], namun ancaman balasan dari Trump menunjukkan bahwa ketegangan antara AS dan Iran masih jauh dari selesai. Lonjakan harga ini menjadi pengingat bagi pasar bahwa setiap konflik baru di Timur Tengah dapat segera mempengaruhi pasokan energi global dan stabilitas ekonomi dunia. Dengan situasi yang terus berkembang, para pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan terbaru dari kawasan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.