Sorot Indonesia – Fenomena pemadaman listrik bergilir masih terjadi, sebenarnya ada apa? Pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas publik. Gangguan pada pembangkit dan sistem kelistrikan yang kemudian memicu pemadaman bergilir memang merupakan persoalan teknis yang tengah diupayakan penyelesaiannya. Namun, dampak yang dirasakan masyarakat jauh melampaui persoalan teknis.
Produktivitas usaha menurun, layanan publik harus melakukan penyesuaian, aktivitas belajar terganggu, dan roda perekonomian lokal melambat. Di sinilah persoalan listrik bersinggungan langsung dengan perlindungan konsumen dan kualitas pelayanan publik. Dampak ekonomi tersebut juga tercermin dalam berbagai pemberitaan selama pemadaman bergilir berlangsung.
Sejumlah pelaku UMKM di Kalimantan Barat mengaku aktivitas produksi dan pelayanan mereka terhenti karena pasokan listrik padam selama berjam-jam. Bahkan, seorang pelaku usaha ikan hias melaporkan kehilangan beberapa ekor ikan arwana akibat berhentinya sistem pendukung akuarium dan memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat menghilangkan pendapatan, merusak aset usaha, dan mengganggu keberlangsungan ekonomi.
Tak ada masyarakat yang menginginkan gangguan terjadi. Sebaliknya, tidak ada pula penyelenggara layanan yang dengan sengaja membiarkan sistemnya mengalami gangguan. Karena itu, peristiwa seperti ini seharusnya tidak menjadi ruang untuk saling menyalahkan, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola pelayanan kelistrikan nasional.
Dalam perspektif perlindungan konsumen, hubungan antara penyedia tenaga listrik dan pelanggan merupakan hubungan hukum yang melahirkan hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Konsumen berkewajiban memenuhi pembayaran sesuai ketentuan, sedangkan penyelenggara penyediaan tenaga listrik berkewajiban memberikan pelayanan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Di sinilah persoalan listrik bersinggungan langsung dengan perlindungan konsumen dan kualitas pelayanan publik. Dampak ekonomi tersebut juga tercermin dalam berbagai pemberitaan selama pemadaman bergilir berlangsung.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
