Sorot Indonesia – Meski punya mobil listrik dan hybrid, penjualan Chery Indonesia anjlok lebih dari 30 persen. Hal ini menjadi sorotan di tengah tren positif kendaraan listrik dan hybrid yang sedang berkembang di Indonesia. Data menunjukkan bahwa meskipun Chery meluncurkan model-model terbaru seperti Tiggo 7 versi Hybrid Electric Vehicle (HEV), penjualannya tidak mampu bersaing dengan merek-merek lain di pasar otomotif.
Pada bulan Mei 2026, Chery Group berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 240 ribu unit secara global, namun angka penjualan di Indonesia justru menurun drastis. Dalam laporan terbaru, penjualan kendaraan Chery di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, mencapai lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, merek-merek lain seperti Toyota dan Hyundai terus mencatatkan pertumbuhan penjualan yang mencolok.
Tren mobil hybrid di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Misalnya, Toyota berhasil mengimpor Toyota Alphard Hybrid sebanyak 352 unit dan Alphard XE Hybrid sebanyak 616 unit dalam lima bulan pertama tahun 2026. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan kendaraan elektrifikasi di segmen premium. Selain itu, Hyundai juga menunjukkan komitmennya untuk bersaing di pasar ini dengan Palisade Hybrid yang terjual sebanyak 524 unit selama periode yang sama.
Chery, yang tengah mempersiapkan peluncuran Tiggo 7 HEV, tampaknya belum bisa memanfaatkan momentum ini. Meskipun mobil tersebut menawarkan teknologi hibrida yang efisien, seperti kemampuan untuk berjalan dalam mode listrik untuk waktu singkat dan pengisian daya dari hasil pemulihan selama pengereman, hal ini belum cukup menarik minat konsumen Indonesia. Banyak yang berpendapat bahwa Chery perlu meningkatkan strategi pemasarannya agar bisa bersaing dengan merek-merek yang lebih mapan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kendaraan energi baru di pasar Indonesia sedang mengalami lonjakan permintaan, dengan penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) pada Mei 2026 mencapai 100.304 unit, meningkat 58,8 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Chery Tiggo 7 HEV diharapkan dapat menjangkau konsumen yang tertarik dengan kendaraan listrik tetapi khawatir tentang isu pengisian daya. Namun, dengan penjualan yang anjlok lebih dari 30 persen, tantangan berat masih harus dihadapi oleh Chery untuk dapat bangkit kembali di pasar Indonesia. Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi dan inovasi dalam produk serta strategi pemasaran untuk menarik perhatian konsumen.
Dengan berbagai model hybrid yang diperkenalkan oleh pesaing, Chery harus bergerak cepat untuk tidak tertinggal lebih jauh. Merek ini perlu menciptakan nilai yang lebih kuat agar dapat bersaing di tengah persaingan ketat pasar otomotif yang semakin kompetitif. Penurunan penjualan lebih dari 30 persen ini harus menjadi alarm bagi Chery untuk segera melakukan langkah-langkah strategis agar tidak kehilangan pangsa pasar di Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
