Sorot Indonesia – KARANGANYAR, KOMPAS.com – Sebelum ditemukan tewas di TPS Cangakan, pegawai DLH Karanganyar ini sudah 4 bulan mengalami stroke. Kasus tragis ini melibatkan seorang pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, yang diketahui bernama Heru Santoso (24). Dia ditemukan tidak bernyawa di lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) Cangakan pada Kamis (13/8/2026).

Heru, yang merupakan warga Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar, telah berjuang melawan penyakit stroke selama empat bulan terakhir. Meski dalam kondisi kesehatan yang menurun, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai pegawai DLH. Keluarga dan rekan-rekannya sangat terkejut dengan berita kematiannya, mengingat Heru adalah sosok yang dikenal baik dan pekerja keras.

Baca juga:

Menurut keterangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Joko Santoso, Heru mengalami stroke setelah menjalani program pemagangan kerja di Jepang selama hampir tiga tahun. Ia berangkat ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hiro Karanganyar dan bekerja di Highness Co. Ltd., sebuah perusahaan di Tokyo yang bergerak di bidang pertukangan kayu.

Selama di Jepang, Heru menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam pekerjaannya. Namun, setelah kembali ke Indonesia, kondisi kesehatannya memburuk akibat komplikasi yang dialaminya. Heru dinyatakan mengalami stroke yang menyebabkan dampak signifikan terhadap kesehatannya.

Rekan-rekan kerja di DLH Karanganyar mengenang Heru sebagai sosok yang ceria dan penuh semangat. Mereka menyatakan bahwa kepergiannya sangat mengejutkan. Sebelum ditemukan tewas di TPS Cangakan, pegawai DLH Karanganyar ini sudah 4 bulan mengalami stroke, dan selama itu, ia tetap berusaha untuk berkontribusi dalam pekerjaannya meski dalam kondisi yang tidak ideal.

Joko menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan keluarga Heru untuk mempersiapkan pemakaman. “Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada keluarganya,” ujarnya.

Keluarga Heru mengungkapkan perasaan duka yang mendalam. Mereka sangat menghargai usaha Heru untuk tetap berjuang meski dalam keadaan sakit. “Dia adalah anak yang baik, selalu ingin membantu orang lain. Kami sangat merindukannya,” ungkap ibunya dengan penuh haru.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama mengenai kondisi kesehatan pegawai yang sering kali terabaikan. Masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tempat kerja dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan yang mengalami masalah kesehatan.

Dengan kejadian ini, diharapkan akan ada langkah-langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, terutama dalam hal kesehatan mental dan fisik. Sebelum ditemukan tewas di TPS Cangakan, pegawai DLH Karanganyar ini sudah 4 bulan mengalami stroke, dan hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan pegawai di seluruh instansi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.