Sorot Indonesia – Jakarta Timur kembali digemparkan dengan aksi pencurian yang melibatkan sekelompok pelaku yang dikenal sebagai ‘rayap besi’. Tampang ‘Rayap Besi’ yang beraksi di Kampung Melayu usai ditangkap menjadi sorotan publik setelah salah satu pelaku, berinisial CAT, berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Penangkapan terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, di kawasan Terminal Kampung Melayu.
Pelaku CAT, yang berusia 28 tahun, ditangkap saat sedang makan di sebuah warung. Menurut Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, pelaku diduga terlibat dalam pencurian pagar besi taman yang sudah terjadi lebih dari lima kali. “Kami masih memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pencurian ini,” ujar Samsono.
Aksi pencurian ini mencuat setelah video yang menunjukkan para pelaku secara terang-terangan mencuri pagar besi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat para pelaku merusak pondasi pagar yang terbuat dari bata dan memotong pagar menggunakan gergaji besi secara manual. Barang curian tersebut diketahui diangkut menggunakan bajaj dan dijual di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Saksi mata, Nova, mengungkapkan bahwa aksi pencurian berlangsung pada malam hari, sekitar pukul 20.00 hingga 21.00. Ia menyebutkan bahwa sekitar enam orang terlibat dalam aksi tersebut. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, namun hingga saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang,” katanya.
Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan beraksi menjelang waktu subuh ketika lokasi sepi. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih leluasa dalam mengangkut barang curian. Penangkapan pelaku CAT memunculkan harapan bagi warga setempat agar tindakan tegas dapat diambil untuk mencegah aksi pencurian serupa di masa mendatang.
Dalam penangkapan ini, polisi menemukan bahwa pelaku CAT terakhir kali terlibat dalam pencurian pada tiga hari sebelum penangkapannya. Dia akan dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat membawa ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.
Kasus pencurian pagar besi yang mengakibatkan kerusakan pada dinding beton penyangga ini telah menarik perhatian masyarakat dan memicu reaksi dari pihak berwenang. Gubernur Pramono Anung menginstruksikan agar pihak terkait mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi dan menindak tegas para pelaku. Aksi pencurian ini bukan hanya merugikan dari segi material, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman di kalangan warga sekitar.
Dengan penangkapan salah satu pelaku, diharapkan dapat terbongkar jaringan komplotan ‘rayap besi’ lainnya yang telah meresahkan masyarakat. Warga setempat berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan perhatian lebih terhadap keamanan fasilitas umum dan bertindak cepat untuk mencegah terulangnya aksi-aksi pencurian serupa di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
